nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pasutri Muda, Sepakat Tidak Memiliki Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 20:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 19 612 2057649 kisah-pasutri-muda-sepakat-tidak-memiliki-anak-zxI3vRKgKo.jpeg Kisah Pasutri yang enggan memiliki anak (Foto: Huffingtonpost)

HADIRNYA buah hati atau anak tercinta memang seolah dianggap menjadi keinginan atau malah bisa dibilang impian bagi semua pasangan suami-istri.

Padahal sebenarnya, jika ditelisik lebih dalam lagi, nyatanya tidak semua pasangan langsung mantap memutuskan untuk mempunyai keinginan memiliki anak ketika sudah menjadi suami-istri.

Tengok saja contohnya Cininta, wanita berusia kepala tiga yang berprofesi sebagai freelancer di Jakarta. Kepada Okezone, Cininta tak sungkan untuk menuturkan kisahnya, menjalani kehidupan pernikahan bersama sang suami dengan keputusan tidak memiliki anak.

Pada awal kisahnya, Cininta menuturkan ia saat masih berusia kepala dua juga tidak berbeda dengan kebanyakan wanita pada umumnya. Memimpikan bisa mempunyai keluarga kecil dan bahagia, lengkap dengan kehadiran anak. Namun lamban laun ia dihadapkan pada situasi yang membuatnya berpikir seribu kali untuk memutuskan menjadi orangtua, membangun keluarga di kota metropolitan seperti Jakarta.

“Dulu pas kuliah saya sempat ingin punya anak, ngayal lah punya keluarga kecil bahagia sama. Tapi pas sudah mulai kerja, capek menghadapi Jakarta, lalu stres dan mulai mikir, gimana kalau punya anak. Akhirnya timbul rasa takut, takut jadi ibu yang galak dan tidak bisa memberi yang terbaik buat anak, takut gagal sebagai orangtua,” aku Cinin saat dihubungi Okezone baru-baru ini melalui sambungan pesan.

 

Faktor stres rupanya tidak hanya jadi faktor tunggal pemicu, wanita berambut pendek satu ini memutuskan untuk tidak mau memiliki anak. Cininta menambahkan, kesadarannya akan kerusakan bumi dan lingkungan semakin menguatkan tekadnya untuk ‘childfree’.

“Terus belakangan, saya mulai terekspos sama isu-isu lingkungan hidup dan jadi sadar bahwa overpopulasi manusia penyebab utama kerusakan lingkungan. Karena manusia hidup kan butuh sumber daya, energi. Makin banyak manusia, makin banyak kebutuhannya. Makinlah mantap untuk ‘childfree’,” imbuhnya.

 

Kemudian keputusan bulatnya ini pun, ia paparkan secara gamblang sejak pertama kali bertemu sang suami. Untungnya, sang suami pun tidak keberatan dan sepakat. Namun sesekali sebagai istri, Cininta pernah bertanya kepada sang suami bagaimana kondisinya jika mereka pada akhirnya memutuskan untuk punya anak. Cininta mengaku, sang suami dengan terbuka menyerahkan kembali keputusan akhir kepada dirinya dengan alasan mempertimbangkan kenyamanan Cininta sebagai istri, pihak yang mengandung dan melahirkan.

Lalu bagaimana dengan pihak orangtua dan keluarga menyikapi keputusan ini? Well, Cininta tak menampik bahwa di awal masa pernikahan, orangtuanya juga bingung dengan keputusan Cininta dan sang suami. Bahkan tak sedikit sanak-keluarga yang membujuk dirinya untuk mengubah keputusan.

“Kadang mempertanyakan, apalagi pas awal-awal nikah. Kayaknya perempuan sih ya yang lebih dipermasalahkan kalau enggak mau punya anak, suami kayaknya jarang ditanya. Sampai tante-tante tuh satu-satu membujuk saya supaya berubah pikiran. Bilang nanti pernikahannya hambar, nanti suaminya cari perempuan lain. Macem-macem deh orang ngomong,” ujar Cininta.

Dihadapkan pada situasi di atas, alih-alih meluapkan rasa kesalnya. Mantan editor di sebuah media online ini mengaku lebih memilih untuk bersikap santai, sebab ia menilai bahwa keputusannya sekarang ini adalah masih keputusan yang terbaik yang ia dan suami yakini.

“Kadang diketawain saja, tapi kadang bikin kesal juga kalau yang nanya. Bertanya sih oke, yang malesin tuh kalau sampai 'nasihatin'. Karena keputusan tidak ingin punya anak ini menurut saya yang terbaik, tidak merugikan siapa pun. Jadi kenapa orang lain menganggap itu sesuatu yang harus diubah. Seakan-akan saya bikin keputusan yang salah,” tutup Cininta lugas. (dno)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini