nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mamah Muda Nekat Minta Cerai Suami Demi Gebetan di PUBG

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 14:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 21 196 2058419 mamah-muda-nekat-minta-cerai-suami-demi-gebetan-di-pubg-27Dv3jR1YZ.jpg Mamah muda nekat minta cerai suami karena teman PUBG (Foto : Storypick)

Bermain game apabila tidak terkontrol bisa menyebabkan malapetaka. Seperti kisah seorang perempuan berusia 19 tahun yang kecanduan bermain game PlayerUnknown’s Battleground (PUBG). Saking seringnya bermain game, ia bertemu dengan sesama pemain PUBG dan menjadi sangat dekat dengannya.

Teman main PUBG-nya tersebut sama-sama tinggal di Ahmedabad. Namun, lama kelamaan perempuan yang telah menikah tersebut menjadi jatuh hati hingga memutuskan untuk bercerai dengan suaminya demi tinggal dengan pria gebetannya tersebut.

Hal ini mendadak viral ketika mamah muda tersebut menghubungi saluran bantuan untuk meminta bercerai dengan sang suami. Ia bersikukuh ingin tinggal bersama rekan mainnya tersebut karena sudah keranjingan dengan game PUBG.

Hal ini dibenarkan oleh salah seorang pejabat Abhayam dari saluran bantuan tersebut. Ia pun akhirnya menugaskan sebuah tim konseling yang akan mengunjungi rumahnya dan berbicara kepada keluarga tentang masalah tersebut.

Main PUBG minta cerai

Sebagaimana dilansir Indian Express, Selasa (21/5/2019) tim menemukan bahwa wanita muda ini telah menghabiskan banyak waktu di hadapan ponselnya hanya untuk bermain PUBG. Hal inilah yang menciptakan jarak antara dia dan keluarganya.

Kepala proyek Helpline Abhayam 181, Narendrasinh Gohil mengatakan bahwa rata-rata helpline menerima sekira 550 panggilan setiap harinya. Sekira 90 orang bermasalah harus ditangani oleh tim penasihat yang mengunjungi rumah mereka.

“Panggilan yang dilakukan oleh gadis itu, baru ia temukan pertama kali. Biasanya para ibu akan memanggil untuk mengeluh tentang anak-anak yang kecanduan PUBG,” tutur Gohil.

Sonal Sagathiya, penasehat yang bertanggung jawab atas kasus ini bertemu dengan wanita tersebut. Ia menasihatinya untuk mempertimbangkan kembali keputusan keliru yang telah dibuatnya.

“Wanita itu selanjutnya ditawari untuk tinggal di pusat rehabilitasi di Ahmedabad. Namun, dia menolak karena tidak mengizinkan penggunaan ponsel, ”kata Sagathiya.

Sebagai kebijakan saluran bantuan Abhayam, para penasihat tidak memaksakan keputusan yang dibuat perempuan itu dan hanya menasihatinya tentang pilihan yang tersedia baginya. Wanita yang telah kecanduan main game PUBG itu mengatakan, dia perlu waktu untuk memikirkannya dan akan menelepon saluran bantuan jika dia membutuhkan bantuan lebih lanjut.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini