nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Puasa Bikin Berat Badan Makin Naik

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 08:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 21 481 2058270 alasan-puasa-bikin-berat-badan-makin-naik-5ILvhwtKlu.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Esensi dari puasa Ramadan adalah mempertebal iman seorang Muslim kepada Allah SWT. Namun, jika dilihat dari kacamata medis, puasa adalah bentuk detoksifikasi tubuh, mengurangi asupan makanan tak penting dan mengatur jam makan dengan disiplin.

Dengan upaya tersebut, sejatinya tubuh akan menjadi jauh lebih bersih dan sehat. Efek lainnya adalah penurunan berat badan dalam konteks yang lebih baik. Tapi, sayangnya beberapa orang malah sebaliknya. Mereka melakukan puasa Ramadan, namun berat badan malah naik. Kok bisa?

Ahli Gizi Emilia Achmadi menjelaskan kalau hal tersebut sangat mungkin terjadi. Terlebih pada mereka yang salah menentukan asupan makanan saat berbuka pun sahur.

Menu berbuka dan sahur menjadi penting di sini. Kondisi puasa tapi berat badan naik biasanya dipengaruhi oleh momen berbuka puasa. Banyak dari masyarakat yang tidak tahu kalau berbuka itu sebaiknya dengan sesuatu yang sederhana. Padahal Rasulullah sudah mengajarkan hal tersebut.

Laki-laki dan perempuan makan

 Baca Juga: Divonis Kanker, Cinta Penelope : Alhamdulilah Allah Kirimkan Penggugur Dosa kepada Saya

"Berdasar hemat saya, berbuka puasa yang dianjurkan baik dalam Islam maupun ilmu gizi ialah mengonsumsi sesuatu yang hangat, bisa teh manis hangat dan kurma atau kalau mau ditambah kolak boleh tapi jangan keseringan," terangnya pada Okezone belum lama ini.

Emilia melanjutkan, kenapa harus memilih panganan yang hangat, ini karena tubuh telah kosong selama kurang lebih 14 jam dalam sehari. Ketika tubuh kondisinya seperti itu, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi menu yang hangat supaya tubuh tidak "kaget" dan tentunya ini menyehatkan.

Nah, permasalahannya di sini ialah masyarakat Indonesia itu cenderung berbuka puasa dengan makanan yang tidak terkontrol nilai gizinya. Sebut saja gorengan, lalu es buah, belum lagi lontong, atau bahkan kue manis. Semua jadi satu dan minumnya teh manis dingin atau air dingin, biar langsung seger. Menu seperti itu yang ternyata membuat tubuh jadi bertambah bebannya, apalagi jika diterapkan setiap hari.

"Menurut saya, ada baiknya mengonsumsi makanan berat itu setelah salat Tarawih. Sebab, tubuh sudah kembali stabil dengan asupan teh hangat dan kurma di awal," ungkapnya.

Emilia menambahkan, jika kebiasaan ini bisa diterapkan maka tidak hanya turun berat badan, tapi kondisi bagian tubuh Anda pun akan jauh lebih sehat. Satu hal yang perlu diperhatikan juga ialah jam tidur dan tetap menyempatkan diri untuk aktif bergerak selama puasa. Ini dimaksudkan agar keseimbangan tubuh tetap terjaga.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini