nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tips Cegah ASI Bocor saat Berhubungan Seks

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 00:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 21 485 2058608 tips-cegah-asi-bocor-saat-berhubungan-seks-Tjqaz17tqb.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KONDISI ASI ‘bocor’ bukanlah perkara baru bagi para ibu hamil. Hal tersebut bisa terjadi akibat beberapa faktor. Mulai dari persediaan susu di payudara sudah penuh hingga let down reflex sedang terjadi.

Akan tetapi, jika mengalami keluar ASI saat berhubungan seks, apakah hal tersebut normal? Pada saat Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan, pastinya sering terjadi kontak dengan payudara Anda. Entah itu menyentuh atau menghisap puting.

Apalagi, ketika sedang berhubungan badan, payudara Anda sedang terisi susu yang cukup banyak. Oleh karena itu, rangsangan kepada puting yang diberikan saat berhubungan seks bisa menstimulasi keluarnya ASI.

Selain itu, ASI juga bisa bocor pada saat Anda sedang orgasme. Kondisi tersebut ternyata disebabkan oleh pengaruh hormon oksitosin.

Baca Juga: Pecahkan Rekor Wanita Terberat di Asia, Kini Tubuh Rajani Langsing

Kondisi tersebut ternyata disebabkan oleh pengaruh hormon oksitosin.

Sebuah jurnal berjudul Sex and Breastfeeding mengungkapkan bahwa hormon oksitosin juga memiliki fungsi terhadap ibu menyusui, yaitu memberikan kontraksi pada rahim ketika sedang menyusui atau bertanggung jawab atas keluarnya ASI pada saat menyusui dan orgasme.

Hormon yang juga disebut hormon cinta ini memberikan kontraksi ketika orgasme berlangsung, sehingga dapat membuat ASI keluar saat melakukan hubungan seksual.

Bagi beberapa wanita, tentu menjadi hal yang mengejutkan ketika keluar cairan seperti ASI saat sedang berhubungan badan. Nah, ternyata kondisi ini disebut sebagai galaktorea.

Galaktorea adalah sebuah kondisi ketika payudara mengeluarkan cairan, tetapi tidak dalam keadaan menyusui. Biasanya, hal ini terjadi pada wanita yang belum punya anak dan wanita yang sudah memasuki masa menopause. Akan tetapi, pada kasus tertentu hal ini juga bisa terjadi pada pria dan bayi.

Baca Juga: Catat, Ini Barang Pribadi yang Bakal Disita Pihak Bandara
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh meningkatnya kadar prolaktin di tubuh.

Walaupun tidak dikategorikan sebagai sebuah penyakit, galaktorea bisa menjadi pertanda bahwa tubuh Anda sedang mengalami masalah. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh meningkatnya kadar prolaktin di tubuh.

Ada beberapa penyebab galaktorea naik, seperti stimulasi payudara yang berlebihan, efek samping obat, gangguan kelenjar hipofisis, stres atau mengonsumsi obat herbal.

Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan Anda tidak sedang hamil, segera konsultasikan kepada dokter Anda untuk perawatan lebih lanjut. Pasalnya, yang keluar bukan ASI, tetapi cairan.

Keluarnya ASI saat berhubungan badan terkadang memang mengganggu atau justru meningkatkan gairah seksual pasangan. Akan tetapi, jika hal ini justru membuat gairah di ranjang menjadi menurun, Anda bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini.

1. Menggunakan bra saat berhubungan intim

Tidak menggunakan busana apapun memang sering dilakukan ketika berhubungan intim. Akan tetapi, jika ASI yang keluar secara tiba-tiba saat Anda sedang melakukannya dengan pasangan, cobalah untuk menggunakan bra di tengah momen tersebut.

2. Menyusui atau memompa ASI sebelum berhubungan seks

Jika Anda memiliki waktu luang, usahakan untuk memompa ASI atau menyusui bayi Anda. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah ASI pada payudara Anda, sehingga tidak terjadi kebocoran.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kan kalau keluar ASI saat berhubungan intim adalah hal yang wajar bagi ibu menyusui. Namun, jika kondisi ini terjadi ketika Anda belum memiliki anak, segera konsultasikan kepada dokter Anda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini