nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suka Duka Karyawan Masuk Kerja di Tengah Aksi Demo 22 Mei

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 12:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 22 196 2058877 suka-duka-karyawan-masuk-kerja-di-tengah-aksi-demo-22-mei-4NxMDPBVig.jpeg Penumpang MRT menuju tempat kerja (Foto: Pradita/Okezone)

AKSI demo 22 Mei 2019 diketahui ricuh sejak dini hari. Pasalnya massa menolak untuk dibubarkan hingga akhirnya para aparat keamanan yang bertugas terpaksa harus bertindak untuk memukul mundur massa.

Demo 22 mei 2019, diketahui ada di beberapa tempat tepatnya di area sekitar kantor pusat Bawaslu. Mulai dari area jalan Sabang, area lampu merah Sarinah, hingga melebar ke kawasan pasar-stasiun Tanah Abang.

Kericuhan yang terjadi pun mau tak mau membuat suasana ibu kota mencekam. Namun nyatanya, keadaan genting ini tidak semerta-merta membuat masyarakat berhenti beraktivitas. Sebagaimana pantauan langsung Okezone, Rabu (22/5/2019) di Stasiun MRT Lebak Bulus, sebagian masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa.

Penumpang MRT

Terlihat mulai dari area Park and Ride MRT Lebak Bulus yang dipadati kendaraan roda dua dan roda empat, hingga ke dalam gerbong kereta jurusan dari Lebak Bulus ke Bundaran HI pada pukul sekitar 10.43 WIB, cukup ramai terisi penumpang. Begitupun suasana di dalam gerbong commuter line arah Gondangdia, terlihat cukup padat hingga ada yang harus berdiri tidak mendapatkan tempat duduk.

Sementara itu, di pantauan lainnya perusahaan yang berkantor di kawasan Ring 1 (Sudirman-Thamrin) pun nyatanya tidak semua meliburkan pegawainya dari aktivitas perusahaan. Tetap bekerja seperti biasa walau diinstruksikan bekerja dari rumah.

Salah satunya Annisa, karyawati berusia 27 tahun yang mana merupakan salah satu perusahaan start-up kesehatan yang berkantor di salah satu gedung pencakar langit di area Sudirman. Ia mengaku, aksi demo 22 mei 2019, sang bos sudah menginstruksikan para pegawai untuk tidak perlu bekerja ke kantor.

Penumpang MRT

“Iya sudah pengumuman sejak kemarin. Alhamdulillah, atasan mendengarkan aspirasi para karyawannya,” ujar Annisa saat dihubungi Okezone, melalui sambungan pesan.

Senada dengan Annisa yang tetap bekerja, begitu juga dengan pengakuan Amelia (bukan nama sebenarnya) yang sehari-hari bekerja sebagai salah satu staf di perusahaan telekomunikasi asal Korea Selatan yang berkantor di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Kepada Okezone, Amelia mengaku sejak kemarin memang tidak ada instruksi libur untuk semua karyawan. Menariknya, sang atasan yang notabene adalah warga negara asing sempat mempertanyakan kenapa kantor harus diliburkan.

“Malah kemarin sempat nanya ke karyawan, ‘memangnya besok bakal bahaya ya? Enggak usah takut ah’. Lalu waktu kejadian bom Thamrin, juga enggak otomatis dipulangin. Kalau sebel atau enggak, sudah biasa saja sih. Hari ini enggak apa-apa datang siang ke kantor,” seloroh Amelia.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini