nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sensasi Mandi Cokelat di Jepang

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 23:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 22 406 2059198 sensasi-mandi-cokelat-di-jepang-33tV8H9zBU.png Wisata Mandi Cokelat di Jepang (Foto: Japantoday)

MUSIM di Jepang terbagi menjadi 4, diantaranya adalah musim dingin yang berlangsung selama Desember – Februari. Saat musim dingin tiba banyak masyarakat Jepang yang berburu untuk mencari pemandian air panas. Namun ada satu pemandian air panas yang tidak biasa di Jepang.

Dilansir dari Japantoday terdapat pemandian air hangat dengan menggunakan cokelat yang berada di Kawasan wisata Onsen Hakone, tepatnya 90 kilometer dari Tokyo, Jepang. Pemandian cokelat ini bukanlah bagian permanen dari Yunnesun Spa dan Resort.

Layanan ini merupakan layanan yang diberikan khusus untuk musim valentine yang jatuh pada bulan Februari. Jika kita ingin berkunjung kesana, pihak Yunnesun hanya membuka dua kali sehari pada pukul 1 siang dan jam 3 sore.

 Layanan ini merupakan layanan yang diberikan khusus untuk musim valentine yang jatuh pada bulan Februari

Pada awalnya kita berendam di dalam satu kolam yang berisikan air yang berwana cokelat yang juga hangat. Kemudian seorang karyawan Yunessun akan datang dan membawa cokelat panas dalam wajan yang kemudian dituangkan kepada seseorang yang berada dalam kolam tersebut.

Pemandian cokelat tersebut bermanfaat untuk kulit. Menurut staf Yunnesan, dengan panasnya air cokelat akan mengeluarkan aroma manis yang menurutnya akan meresap kedalam pori – pori dan meninggalkan aroma yang manis pada kulit. Selain aroma kulit yang menarik, mandi dengan cokelat panas juga mempunyai beberapa manfaat dari sisi kesehatan dan kecantikan.

Pihak Yunnesan juga menambahkan, mandi dengan cokelat panas bisa melembapkan kulit, sehingga kulit tidak menjadi kering. Ketika kita berada di dalam kolam yang berisi cokelat panas, bisa meningkatkan sikulasi darah, juga bisa membuat kita menjadi lebih rileks.

Pemandian air panas di Jepang, sebagian besar mengharuskan para tamunya untuk tidak menggunakan busana. Akan tetapi pihak Yunnesun mengizinkan mengenakan pakaian.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini