nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertolongan Pertama Jika Tak Sengaja Terpapar Gas Air Mata

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 11:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 22 481 2058822 pertolongan-pertama-jika-tak-sengaja-terpapar-gas-air-mata-xR3kcmGH05.jpg Aksi 22 Mei 2019 di Jakarta (Foto: Sukardi/Okezone)

Aksi 22 Mei yang memprotes hasil rekapitulasi Pemilu 2019 tak bisa dimungkiri membuat sejumlah masyarakat merasa khawatir. Kericuhan yang terjadi di sekitar kantr Bawaslu dan Tanah Abang membuat polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membuat massa membubarkan diri. Meskipun sempat berhasil ditangani, suasana di sekitar Stasiun Tanah Abang kembali tidak kondusif sejak pagi tadi.

Suara ledakan dan lemparan masih terdengar jelas. Sisa-sia semprotan gas air mata juga masih ada sehingga membuat massa maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi merasakan matanya perih.

Gas air mata memang dapat memicu peradangan pada selaput lendir mata dan sistem pernapasan. Kandungan dalam bahan kimia tersebut dapat menyebabkan rasa gatal, produksi air mata berlebih, sensasi terbakar, hingga gangguan penglihatan. Selain itu, mereka yang terpapar juga akan mengalami batuk, bersin, hidung berair, nyeri dada, dan sesak napas. Iritasi pada kulit seperti tanda kemerahan, gatal, dan luka bakar pun bisa terjadi.

 Warga melakukan aksi 22 Mei

Gejala-gejala tersebut biasanya timbul kira-kira 30 detik setelah seseorang terpapar gas air mata. Kondisinya baru membaik 10-20 menit kemudian. Melihat gejala yang cukup berat bisa terjadi, tentunya pertolongan pertama setelah terpapar gas air mata harus segera dilakukan. Terlebih jika Anda tidak sengaja terjebak dalam lingkungan yang dipenuhi bahan kimia tersebut.

Berdasarkan informasi yang Okezone rangkum dari berbagai sumber, Rabu (22/5/2019), langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mencari udara segar. Segeralah pergi dari lokasi ditembakannya gas air mata menuju tempat yang lebih aman. Udara segar dapat meredakan gejala akibat paparan gas air mata.

Jika tidak memungkinkan untuk mencari tempat lain, apabila Anda memakai lensa kontak harus segera melepaskannya. Kemudian untuk mengatasi iritasi mata, basuhlah daerah sekitar mata dengan air bersih selama kurang lebih 10 menit untuk meredakan gejalanya. Selain itu, bisa juga menggunakan air garam steril atau cairan infus. Selanjutnya gunakan kacamata pelindung dan masker gas atau respirator.

Jika sesak napas mulai terasa, cobalah menghirup udara dari dalam baju. Namun jika baju juga terpapar gas air mata, cara ini tidak boleh dilakukan. Cara lain untuk mengatasi kesulitan bernapas adalah menggunakan oksigen dan bahkan obat asma. Terakhir, jika busana yang dikenakan terpapar gas air mata segera lepaskan dan basuhlah kulit menggunakan air untuk menghindari iritasi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini