nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berpikir untuk Operasi Pembesaran Kelamin? Simak Risikonya Dulu Guys

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 00:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 22 481 2059147 berpikir-untuk-operasi-pemberasan-kelamin-simak-risikonya-dulu-guys-o19uwTwtjy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK pria yang kurang percaya diri dengan ukuran kelamin yang dimilikinya. Alhasil banyak cara yang ditempuh untuk membesarkan alat kelamin, salah satunya adalah dengan melakukan operasi pembesaran.

Operasi ini memang cukup berbahaya, lantas apakah pembesaran alat kelamin ini efektif atau justru berisiko?

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Seksual Medicine Reviews, sebuah tim peneliti dari King’s College Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience di London memantau 21 jenis prosedur bedah dan non-bedah yang dilakukan terhadap 1.192 pria di Inggris dan luar negeri.

Penulis penelitian, Gordon Muir, yang merupakan ahli urologi di Rumah Sakit King’s College menggambarkan operasi perbesaran kelamin sebagai sebuah pengobatan yang buruk, dengan tingkat kepuasan yang rendah, dan risiko signifikan dari komplikasi utama seperti kelainan bentuk penis memendek dan disfungsi ereksi.

Baca Juga: Viral Foto Polisi Video Call Anak saat Menjaga Aksi, Netizen: Sedih Aku

risiko signifikan dari komplikasi utama seperti kelainan bentuk penis memendek dan disfungsi ereksi.

Sebagaimana dilansir Asia One, penelitian menyimpulkan bahwa pembedahan hanya harus dianggap sebagai pilihan terakhir sementara injeksi di luar uji klinis tidak dianjurkan. Menurut Muir, para pria kerap tidak percaya diri dengan ukuran alat kelamin mereka, meskipun ukurannya termasuk normal.

“Sebagian besar pria ingin dibuat lebih panjang, padahal mereka memiliki penis yang ukurannya normal. Namun, mereka sering merasa bahwa penis mereka terlalu kecil,” terang Muir.

Selain itu, Muir juga menemukan sebuah hal yang mencenangkan dari dampak utama melakukan operasi pada alat kelamin. Menurutnya, perawatan nonsurgical mampu meningkatkan panjang penis hingga dua sentimeter.

Baca Juga: Mama Lita Gagal Masuk 3 Besar MasterChef Indonesia, Chef Juna Beri Kejutan Baper

perawatan nonsurgical mampu meningkatkan panjang penis hingga dua sentimeter.

Meski demikian, hal ini menjadi sorotan mengingat setiap prosedur yang dilakukan memiliki tingkat komplikasi yang tinggi. Oleh sebab itu, Muir menyarankan pentingnya untuk melakukan sesi terapi yang berhubungan dengan persepsi pria. Hal ini akan menciptakan sebuah kelegaan dan membantu para pria untuk memahami ukuran penis mereka sendiri.

"Ketika disediakan, konseling efektif dapat membuat sebagian besar pria memahami bahwa penis mereka normal. Alhasil mereka akhirnya tidak ingin menjalankan perawatan untuk memperbesar alat kelamin mereka," tutup Muir.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini