nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Anak di Pakistan Terjangkit Wabah HIV

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 19:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 23 481 2059553 ratusan-anak-di-pakistan-terjangkit-wabah-hiv-vAGj2ajmuk.jpg Wabah HIV di Pakistan menyerang anak-anak (Foto: AFP)

Dr Fatima Mir, dokter spesialis di Rumah Sakit Universitas Aga Khan yang menangani AIDS di kalangan anak-anak, saat ini melakukan pekerjaan sukarela di Ratto Dero. Ia sepakat faktor kelalaian medis terkait dengan penularan AIDS di kalangan anak-anak di tahun 2016.

"Ada tiga cara seorang anak dapat terinfeksi," jelasnya. "Baik melalui ibu menyusui yang membawa virus, melalui transfusi darah, atau melalui instrumen bedah yang terinfeksi atau jarum suntik."

Dalam sebagian besar kasus yang ia tangani, para ibu negatif terkena HIV dan beberapa anak telah menjalani transfusi darah. Jadi satu-satunya penjelasan yang tersisa adalah praktik menggunakan satu jarum suntik untuk beberapa pasien di klinik setempat.

Para pejabat berwenang juga tampaknya setuju. Sekitar 500 klinik yang tidak terdaftar telah diperintahkan untuk ditutup di seluruh provinsi, lapor otoritas kesehatan.

Terlebih, seorang dokter spesialis anak di wilayah setempat, Dr Muzaffar Ghangro, telah ditangkap atas tuduhan menyebarkan AIDS melalui jarum suntik.

Namun ia membantah semua tuduhan, dengan mengatakan semua orang yang terinfeksi bukan pasiennya.

(Dr Muzaffar Ghangro ditangkap atas dugaan menyebarkan AIDS dengan menggunakan jarum-jarum suntik bekas di kliniknya - klaim yang dibantahnya./AFP)

Sementara itu, otoritas di Sindh - salah satu wilayah dengan penularan HIV tertinggi di Pakistan - telah mengadakan penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab wabah tersebut.

Namun itu tidak membantu mereka yang sudah didiagnosis terkena virus yang akan berdampak pada seluruh hidup mereka. Para dokter di unit khusus di rumah sakit di Ratto Dero kini telah melakukan tes darah terhadap lebih dari 18.418 orang sejak 25 April.

Setidaknya 607 dari mereka telah dinyatakan positif sejauh ini, tiga perempat dari mereka adalah anak-anak antara usia satu bulan dan 15 tahun. Itu berarti ada ratusan orangtua yang menghitung biaya - baik untuk kesehatan anak-anak mereka, dan kehidupan sehari-hari mereka.

"Obat-obatan untuk orang dewasa biasanya tersedia (dengan otoritas kesehatan) di Larkana, tetapi obat-obatan untuk anak-anak, kami harus pergi ke Karachi, yang artinya kami menghabiskan ongkos beberapa ribu rupee pada setiap perjalanan," tutur salah seorang ibu, yang memiliki seorang balita perempuan yang positif didiagnosis HIV, kata BBC.

"Suami saya hanyalah seorang buruh harian, jadi kami tidak mampu lagi membiayai semua." ujar seorang ibu yang anaknya terinfeksi HIV.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini