nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cantik Itu Kutukan, Kata 3 Wanita Ini

Kamis 23 Mei 2019 17:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 23 611 2059539 cantik-itu-kutukan-kata-3-wanita-ini-1fTmiCjCgb.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HAMPIR tiap wanita berusaha untuk tampil cantik, apalagi untuk menarik lawan jenisnya. Banyak yang rela merogoh kocek untuk perawatan kulit atau make-up agar penampilannya tampak sempurna.

Tapi, tidak semua orang butuh usaha lebih untuk tampil cantik. Ada beberapa orang yang memang memiliki paras lebih rupawan ketimbang lainnya.

Tapi, nampaknya tidak semua orang senang menjadi cantik. Melansir The Sun, tiga wanita ini menyebut bahwa kecantikan mereka adalah kutukan.

Baca Juga: Ini Sosok Andre, Brimob yang Dituduh WNA pada Demo 22 Mei 2019


Aimi

Dia begitu cantik sehingga dia harus meninggalkan pekerjaannya sebagai konsultan perekrutan TI

Puteri kontes kecantikan, Aimi Stanley, mengatakan bahwa dia begitu cantik sehingga dia harus meninggalkan pekerjaannya sebagai konsultan perekrutan TI.

"Saya selalu diajari bahwa dengan bangga dengan penampilan Anda membuat merasa baik dan mencapai lebih banyak, betapa salahnya saya setelah lulus, saya diburu untuk bekerja di perusahaan rekrutmen," katanya.

"Pada wawancara, mereka berkomentar bahwa penampilan saya akan sangat membantu untuk menutup transaksi dengan klien pria, tetapi saya mengabaikannya. Saya termasuk di antara sepuluh besar yang disewa dari ribuan orang, dan sejak hari pertama saya memastikan bahwa saya terlihat memukau,” katanya.

Tapi, tidak butuh waktu lama untuknya menyadari bahwa dia hanya dipandang sebagai aset cantik. Dia dipekerjakan untuk menarik perhatian calon klien pria.

"Saya merasa tidak dihargai dan sengsara. Setelah 12 bulan saya tidak bisa mengatasinya lagi. Sangat menyedihkan bahwa pada tahun 2019 orang masih berpikir cantik sama dengan bodoh, saya muak," tuturnya.

Irina

Menurutnya, selama proses perekrutan wajah cantiknya itu menghalanginya kariernya.

Wanita asal Rusia, Irina Kova, bekerja dalam konsultan bisnis. Irina, yang tinggal di Kensington, London Barat, percaya bahwa kecantikannya telah menghancurkan kariernya. Menurutnya, selama proses perekrutan wajah cantiknya itu menghalanginya kariernya.

"Saya memiliki gelar sarjana hukum dan CV yang bagus, tetapi mereka mengatakan kepada saya untuk mewarnai rambut pirang saya menjadi gelap saat wawancara," katanya.

Menurutnya, dengan rambut pirang maka akan susah baginya untuk mendapatkan. Awalnya, Irina tidak menggubris nasihat tersebut, tapi karena dia kesulitan mendapat pekerjaan, dia pun mempertimbangkan saran teman-temannya.

"Setelah saya mewarnai rambutku, saya ditawari lebih banyak pekerjaan. Saya bahkan mulai memakai kacamata bening, meskipun penglihatanku sempurna hanya untuk terlihat lebih profesional," katanya.

Tapi, masalah belum selesai. Salah seorang atasannya pun meminta dia belajar lebih rendah hati, dan tidak menonjol dengan berpenampilan menarik. Padahal, dia tidak memakai sepatu hak tinggi, dan juga jarang memakai make-up.

Dia pun akhirnya memilih berhenti dari pekerjaannya, dan memulai pekerjaan yang baru yaitu menjual pakaian.

Pollyanna

Model dan pelatih kebugaran Pollyanna Hale tinggal bersama suaminya dan dua putri mereka di Bosham

Model dan pelatih kebugaran Pollyanna Hale tinggal bersama suaminya dan dua putri mereka di Bosham, Sussex Barat. Meskipun dia menjalankan pekerjaannya dengan profesional, tapi orang-orang masih berpikir bahwa dia mendapat banyak klien karena cantik.

"Saya diberi tahu alasan kesuksesan saya adalah penampilan saya, padahal sebenarnya saya menganggapnya keterampilan dan kerja keras. Hal lain yang mengganggu saya adalah ketika orang berpikir bahwa klien menjadi baik karena saya menarik," katanya.

"Tapi sebenarnya aku bekerja sangat keras untuk terlihat seperti ini. Sangat melelahkan mencoba meyakinkan orang bahwa saya tidak bangun sudah cantik setiap hari," tambah dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini