nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Korban Aksi 22 Mei, Dinkes DKI Jakarta Undang Relawan Membantu

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 14:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 23 612 2059478 banyak-korban-aksi-22-mei-dinkes-dki-jakarta-undang-relawan-membantu-YrT25Aa1lO.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

AKIBAT bentrok di aksi 22 Mei 2019 banyak korban luka di keduabelah pihak. Untungnya, para tenaga kesehatan sudah berjaga di sejumlah titik faskes.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun berkoordinasi dengan semua fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit. Siapa pun yang jadi korban aksi 22 Mei ini bisa datang ke pos kesehatan, baik itu yang terdampak maupun tidak, tetap dilayani dengan baik.

"Kita berikan pelayanan kesehatan bagi siapa pun yang datang ke pos kesehatan, baik ke RS swasta, pemerintah. Kita juga pastikan kecukupan alat kesehatan dan obat-obatan," ucap Kepala Dinas DKI Jakarta dr Widyastuti di Kemenkes, Kamis (23/5/2019).

Baca Juga: Pedangdut Putri Isnari dalam Balutan Hijab, Masya Allah Cantiknya


Terlebih saat pasien datang dalam kondisi gawat darurat, yang mana harus mengutamakan keselamatan.

Berdasarkan laporan pasien, tambah Widyastuti, kondisinya saat ini sebagian besar luka ringan seperti lecet. Beberapa orang yang terdampak gas air mata pun ada.

Menurutnya, massa yang jadi korban Demo 22 Mei ini tidak hanya berasal dari DKI Jakarta. Banyak pula datang dari daerah lainnya yang tak disangka.

Korbannya, sambung Widyastuti, tetap dilayani oleh tenaga kesehatan kapan saja. Terlebih saat pasien datang dalam kondisi gawat darurat, yang mana harus mengutamakan keselamatan. Beberapa relawan pun rupanya dipersilakan membantu korban Demo 22 Mei.

"Tenaga kesehatan saat ini memberikan dukungan kesehatan, yang mana dibuatkan tiga shift. Jadi mereka bisa bekerja sesuai SOP. Kalau ada relawan boleh saja bergabung," ucap Widyastuti.

Baca Juga: Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia, Yuk Kenali Bahaya Kanker Kelenjar Getah Bening
Selain siaga di rumah sakit, tenaga kesehatan pun siaga mobil ambulance.

Selain siaga di rumah sakit, tenaga kesehatan pun siaga mobil ambulance. Beberapa ambulance milik Dinas Kesehatan dikerahkan di titik-titik rawan kerusuhan. Sementara untuk biaya penanggungan korban, Widyastuti menyebutkan, ketika ada kerusuhan pasti pemerintah provinsi turun tangan.

"Kami pemerintah DKI Jakarta sudah sering mengalami kejadian seperti ini. Banyak kasus akhirnya pemerintah provinsi turun tangan. Untuk akibat cedera (aksi 22 Mei) dan terdampak langsung bekerja sama dengan rumah sakit," tutup Widyastuti.

Belum lagi hingga berita ini diturunkan, Dirjen Pelayanan Kesehatan dr Bambang Wibowo, SpOG(K), MARS menyebutkan, korban meninggal dunia di aksi 22 Mei sementara ini sebanyak 6 orang. Sayangnya, tidak disebutkan kepastian penyebabnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini