nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duh, Banyak yang Curang Berobat Pakai Kartu BPJS Kesehatan Orang Lain

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 14:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 481 2059899 duh-banyak-yang-curang-berobat-pakai-kartu-bpjs-kesehatan-orang-lain-yx4WtGSU2d.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEMANG banyak kecurangan yang dilakukan peserta JKN-KIS dalam menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Salah satu yang jadi sorotan yakni bentuk kecurangan penyalahgunaan kartu peserta yang bukan miliknya.

Faktanya di beberapa daerah, masyarakat banyak yang berobat pakai kartu dengan nama orang lain. Hal ini jelas melanggar hukum, juga merugikan BPJS Kesehatan.

Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady mengungkapkan, ditemukan sejumlah kasus penyalahgunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, dengan cara menggunakan kartu yang bukan miliknya. Kecurangan tersebut menjadi salah satu sorotan yang dicatat oleh BPJS Kesehatan.

"Kecurangan ini ditemukan oleh auditor BPKP. Kartu orang digunakan oleh orang lain saat berobat, kasusnya enggak banyak dan jumlah uangnya tidak besar," ucap Maya di sela Public Expose Laporan Pengelolaan Program JKN-KIS Tahun 2018 di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019).

Baca Juga: Pecahkan Rekor Wanita Terberat di Asia, Kini Tubuh Rajani Langsing

dari kasus ini BPJS Kesehatan akan melakukan pendalaman penyebabnya. Timbul dugaan

Dia menegaskan, bentuk kecurangan tersebut dianggap merugikan BPJS Kesehatan. Apalagi pendanaan dianggarkan oleh negara, sehingga jelas ada hukumnya.

Maya menambahkan, dari kasus ini BPJS Kesehatan akan melakukan pendalaman penyebabnya. Timbul dugaan apakah itu datanya duplikasi atau mungkin kesalahan entry data.

Sayangnya, data pasti kecurangan tersebut tidak disebutkan oleh Maya. Karena kewenangan ada di tangan BPKP sementara waktu. Namun penyalahgunaan tersebut paling besar dilakukan oleh pasien rawat inap.

"Datanya BPKP yang sebutkan, kita tidak boleh publish, tapi ada (benar terjadi). Kita juga perlu melakukan pendalaman penyebab," imbuh Maya.

Baca Juga: Ini Sosok Andre, Brimob yang Dituduh WNA pada Demo 22 Mei 2019

penyalahgunaan tersebut paling besar dilakukan oleh pasien rawat inap.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, untuk meminimalisir kecurangan seperti itu, saat ini tengah dikembangkan pertukaran data dengan finger print. Karena potensi kecurangan menggunakan kartu kepesertaan orang lain tersebut sangat rentan terjadi.

"Kita masuk pada fase pengembangan pertukaran data dengan finger print. Untuk ketentuan khusus, kita mencegah dan Rp1 rupiah pun kerugian jangan sampai terjadi," ucap Dirut BPJS Kesehatan itu.

Pada tahun 2017 bahkan BPJS Kesehatan telah mengimplementasikan fingerprint tersebut di beberapa rumah sakit. Scanner-nya terdapat di poli hemodialisa.

"Sebagai upaya peningkatan akurasi data, kita pasang scanner fingerprint tersebut di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, poli hemodialisa. Rencana ke depan dipasang di semua faskes," tutur Fachmi.

Disebutkan Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf, pada dasarnya pasien yang menyalahgunakan kartu JKN-KIS, dikenai sanksi pidana. Itu bahkan sudah diatur dalam Permenkes 36 tahun 2015 tentang pedoman kecurangan. "Sayangnya pendekatan sanksi saat ini tidak langsung pidana. Tapi pasiennya tetap dikejar suruh membayar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini