nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Cara Anggota Brimob Hilangkan Kerinduan Anak & Istri di Kampung

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 12:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 25 196 2060263 ini-cara-anggota-brimob-hilangkan-kerinduan-anak-istri-di-kampung-7vBc2D0vdu.jpg Anggota Brimob Hilangkan Kerinduan (Foto: Ist)

KELUARGA adalah harta yang paling berharga. Beberapa orang pasti memikirkan keluarganya ketika sedang tidak dirumah maupun bertugas. Ya, hal yang sama pun turut dirasakan oleh para pasukan kepolisian yang bertugas untuk mengamankan aksi demo yang berlangsung pada 22 Mei 2019.

Sebagaimana diketahui, pasukan yang diterjunkan ke Jakarta untuk mengamankan aksi demo paska pengumuman hasil pemilihan umum (pemilu) 2019 berasal dari berbagai kota besar di nusantara. Salah satu anggota Brigadir Mobil (Brimob) yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa dirinya berasal dari Palembang.

Petugas Brimop Aksi Demo 22 Mei

Bertugas untuk mengamankan aksi demo 22 Mei 2019, ia mengaku telah dikirim menuju Jakarta hampir sebulan lamanya. Tentu saja ia harus ikhlas meninggalkan anak dan istri tercinta di kampung halaman untuk menunaikan sebuah tugas kenegaraan dengan risiko yang cukup berat.

Ia mengaku dirinya memang tak lepas dengan bayang-bayang keluarga yang telah menantinya. Namun, hal tersebutlah yang menjadi sebuah motivasi baginya untuk terus tegar dalam menunaikan tugasnya menjaga Jakarta tetap aman.

“Sudah hampir sebulan yang lalu saya bertugas, di kirim ke Jakarta dari Palembang. Pastinya inget selalu sama anak dan istri di kampung. Begitu pun dengan mereka,yang juga mengkhawatirkan diri saya. Tapi karena saya sudah lama menjadi anggota kepolisian, jadi mereka sudah terbiasa,” terangnya.

Ia pun menjelaskan kebiasaannya ketika sedang menjalani tugas kepolisian. Ia mengaku justru dirinya tidak suka menghubungi anggota keluarganya ketika dirinya belum betul-betul santai. Pasalnya, hal tersebut justru bisa menjadi sebuah beban pikiran kepada sang keluarga.

“Saya punya kebiasaan jarang menelepon istri saat bertugas atau ketika sedang istirahat bertugas. Pasalnya hal ini membuat mereka menjadi kepikiran. Sementara saya pun menjadi tidak fokus ketika bekerja,” tambahnya.

Brimob yang telah terjun dalam dunia kepolisian sejak 1997 itu pun mengaku baru akan menghubungi keluarganya, ketika dirinya benar-benar sudah dalam kondisi santai, yakni ketika telah ditarik mundur atau sudah beristirahat di dalam mes.

“Biasanya saya baru telepon keluarga saat sudah berada di mes atau ketika sudah benar-benar dalam keadaan santai,” lanjutnya.

Adakalanya ketika sedang beristirahat, para pasukan kepolisian ini merasa bosan. Ia pun memiliki cara tersendiri untuk mengatasi hal tersebut. Caranya adalah dengan bercanda dan mengobrol dengan para pasukan lainnya.

“Stress sih gak ada, paling bosan aja. Biasa kalau mau ngilangin bosan ya ngobrol aja dengan sesama teman pasukan atau bercandaan. Kerjannya di bawa enjoy aja sih,” tuntasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini