nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Cacar Monyet Dapat Dicegah dengan Vaksin Cacar Air

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 15:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 25 481 2060306 ternyata-cacar-monyet-dapat-dicegah-dengan-vaksin-cacar-air-c1jAeArBPg.jpg Ilustrasi vaksin cacar monyet

PENYEBARAN virus cacar monyet atau Monkeypox yang sangat masif ternyata bisa dicegah sejak dini melalui pemberian vaksin cacar air atau varicella.

Pakar Penyakit Kulit dan Kelamin dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) dr. Sinta Murlistyarini, SpKK mengatakan merebaknya virus cacar monyet bisa diantisipasi dengan vaksin varicella dengan angka proteksi sebanyak 80 persen.

"Kalau menggunakan vaksin varicella itu bisa memproteksi 80 persen tubuh dari cacar monyet," ujar Sinta kepada Okezone.

Dia menambahkan bahwa pada dasarnya gejala penyakit cacar monyet hampir sama dengan cacar air seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, muncul bintil-bintil berisi air di seluruh tubuh, dan ruam kulit muncul pada wajah.

Infografis Cacar Monyet

Namun yang membedakan adalah pada hari kelima hingga ketujuh bintil-bintil berisi air menjadi bernanah dan agak keras saat disentuh. Pada akhir minggu kedua, bintil bintil tersebut akan menjadi keropeng yang bertahan sekitar satu minggi.

"Setelah tiga minggu, ruam akan menghilang. Setelah hilang, bintil-bintil tidak akan lagi menular," lanjut Sinta.

Menurutnya, cacar monyet termasuk penyakit zoonotic atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia, atau manusia ke hewan. Penularannya bisa melalui gigitan, cakaran, kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi di kulit dan mukosa dari hewan liar seperti primata (monyet), rodents; dan juga makan daging hewan yang terinfeksi yang tidak dimasak dengan baik.

Cacar monyet rentan menyerang ke orang yang kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi baik melalui darah, cairan tubuh, urin, atau kulit; makan daging satwa terinfeksi yang tidak dimasak dengan baik; kontak langusng dengan penderita yang terkena saluran pada saluran pernafasan, atau terkena cairan pada plenting di kulit.

"Penularan antar manusia bisa terjadi namun tidak mudah dan terbatas. Penularannya bisa melalui cairan pernafasan (batuk, bersin) atau luka pada kulit,"katanya.

Penyakit cacar monyet sendiri sudah ada sejak tahun 1970 dan pertama kali di Republik Demokratik Kongo. Awalnya virus cacar monyet ini tertular dari hewan yang terinfeksi ke manusia.

Lalu tahun 2007 menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Nigeria. Di Indonesia baru ramai dibicarakan karena ada kasus di singapura yang berasal dari warga negara Nigeria.

"Perlu ada screening khusus di bandara terhadap wisatawan asing yang akan masuk ke Indonesia terutama dari Singapura atau negara endemis cacar air (Afrika tengah dan Afrika barat)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini