nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengungkap Sejarah THR, Siapa Sih yang Mulai Pertama Kali?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 17:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 25 612 2060337 mengungkap-sejarah-thr-siapa-sih-yang-mulai-pertama-kali-BW26VGkxXD.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Hari Raya Idul Fitri tak terasa tinggal dua minggu lagi. Untuk momen spesial ini ada beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Apalagi kalau bukan bagi-bagi THR (Tunjangan Hari Raya).

Pembagian THR biasanya dilakukan oleh orang dewasa. Mereka yang sudah bekerja akan memberikan sejumlah uang kepada sanak saudara, terutama anak-anak kecil saat mudik ke kampung halaman.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut sejarah dan fakta-fakta menarik tentang THR, Okezone telah merangkum ulasan lengkapnya di bawah ini. Selamat membaca!

Baca Juga: Cairkan Suasana 22 Mei, Kaesang Pangarep Unggah Foto Jadul di Twitter
Kala itu, THR diberikan sebagai salah satu bentuk program pemerintah

Sejarah THR

Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) menyebutkan bahwa THR pertama kali diadakan pada era Kabinet Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo dari Partai Masyumi sekitar tahun 1950-an. Kala itu, THR diberikan sebagai salah satu bentuk program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara yang dulunya dikenal dengan sebutan pamong pradja.

Menurut Saiful Hakam, peneliti muda LIPI, kabinet Soekiman membayarkan tunjangan kepada pegawai di akhir Ramadan sebesar Rp125 (sekarang setara dengan Rp1,1 juta) hingga Rp200 (sekarang setara dengan Rp1,75 juta).

"Bukan hanya itu, mula-mula kabinet ini juga memberikan tunjangan beras setiap bulannya," kata Hakam, sebagaimana dikutip Okezone dari website resmi LIPI, Sabtu (25/5/2019).

Pemberian THR ini pun sempat menuai pro dan kantra, mengingat pada saat itu THR hanya diberikan kepada para PNS (Pegawai Negeri Sipil). Kaum buruh pun sepakat untuk mogok kerja pada 13 Februari 1952. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes mereka aga pemerintah juga memberikan tunjangan mereka.

Baca Juga: Kenalan dengan Dewi Pringgodani, Kolektor Ratusan Tas Mewah

 perjuangan mereka langsung dibungkam oleh tentara yang diturunkan pemerintah.

Namun sayang, perjuangan mereka langsung dibungkam oleh tentara yang diturunkan pemerintah. Hakam mengungkapkan bahwa pada saat itu sebagian besar pamong pradja terdiri dari priayi, menak, kaum ningrat yang kebanyakan berafiliasi ke Partani Nasional Indonesia (PNI).

Untuk mengambil hati pegawai, Soekiman lalu memutuskan untuk memberikan tunjangan di akhir bulan puasa dengan harapan mereka akan mendukung kabinet yang dipimpinnya.

"Nah, sejak itulah THR jadi anggaran rutin di pemerintahan bahkan sekarang kalau ada perusahaan yang mangkir tak bayar THR karyawannya bisa kena tegur pemerintah, bahkan kena penalti," tukas Hakam.

Perkembangan THR

Pemerintah Indonesia menetapkan dasar hukum THR melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan (“Permenaker 6/2016”). Peraturan ini terdiri dari 13 pasal dan mulai diberlakukan saat diundangkan, pada tanggal 8 Maret 2016.

Di dalam Pasal 3 angka 2 Permenaker 6/2016 disebutkan bahwa pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan diberikan secara proporsional sesuai masa kerja. Ketentuan ini berbeda dengan ketentuan sebelumnya yang menetapkan bahwa pekerja atau buruh yang berhak mendapatkan THR adalah yang memiliki masa kerja minimal tiga bulan.

Mengutip kanal economy Okezone, tahun ini pemerintah telah menyiapkan Rp20 triliun untuk THR PNS. Pencairan THR untuk PNS dilakukan pada 24 Mei 2019. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Terbatas yang digelar di Istana Merdeka bersama dengan Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu.

ada yang sampai memasukkan smartphone sebagai hadiah parsel

Bentuk THR semakin beragam

Di luar lingkungan kerja, bentuk-bentuk THR tidak hanya sekadar uang semata. Sekarang sudah mulai banyak orang yang memberikan sarung, parsel, kue, hingga baju Muslim sebagai THR untuk rekan kerja dan keluarga mereka.

Isian parselnya pun kini semakin beragam. Jika dulu lebih didominasi oleh kue kering, kaleng biskuit, dan makanan khas Lebaran lainnya, beberapa pedagang parsel kini mulai berinovasi dengan menerima pesanan sesuai permintaan konsumen. Bahkan, ada yang sampai memasukkan smartphone sebagai hadiah parsel. Tahun ini, Okezoners mau bikin parsel apa nih?

Tradisi tukar uang

Jelang Lebaran biasanya sejumlah bank menyediakan waktu khusus bagi masyarakat yang hendak menukarkan uang baru. Nominalnya mulai dari pecahan Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, hingga pecahan terbesar yakni, Rp100 ribu.

Pemberian THR menggunakan uang baru ini memang memiliki sensasi tersendiri. Apalagi Lebaran selalu identik dengan hal-hal yang baru, misalnya baju baru, sepatu baru, dan lain-lain.

Anak kecil menang banyak

Momen pembagian THR juga selalu dinantikan oleh anak-anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah. Justru merekalah yang biasanya mendapatkan banyak THR dibandingkan orang-orang dewasa yang sudah kuliah atau bekerja.

Memang, tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihat rona bahagia di wajah anak-anak ketika menerima lembaran uang baru dari keluarga mereka.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini