nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesona Batu Kumbang, Destinasi Wisata di Ujung Barat Bengkulu

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 02:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 27 406 2061063 pesona-batu-kumbang-destinasi-wisata-di-ujung-barat-bengkulu-T4GcTtplI7.JPG Pelepasan tukik di Pantai Batu Kumbang (Foto: Demon Fajri/Okezone)

Batu Kumbang adalah destinasi wisata di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu. Objek wisata ini langsung menghadap ke Samudera Hindia ini terletak di Desa Pulau Baru kecamatan Ipuh.

Suasana tenang dan aroma laut yang khas tentu akan membawa nuansa berbeda ketika berada di destinasi wisata satu ini. Sejauh mata memandang, wisatawan akan disuguhi panorama alam nan mempesona, pasir putih dan halus.

 Pantai Batu Kumbang

Di tambah ratusan pohon cemara laut, menjulang tinggi di sepanjang garis pantai membuat siapa saja betah berlama-lama. Tak heran, jika Pantai Batu Kumbang menjadi salah satu icon destinasi wisata andalan Kecamatan Ipuh.

Pagi itu, sinar matahari hangat. Langit biru dan matahari bersinar terang menyinari Desa Pulau Baru. Termasuk di kawasan Pantai Batu Kumbang. Saban hari destinasi ini ramai pengunjung. Baik pagi, siang maupun sore hari.

 Pantai Batu Kumbang

Mereka sebagian besar berasal dari kalangan generasi milenial. Mereka ingin menghabiskan waktu dengan menikmati pemandangan alam nan indah.

Sesekali di ujung pantai, perahu berukuran kecil mendarat. Di lokasi itu menjadi dermaga bagi nelayan desa setempat untuk mendarat setelah melaut.

"Pantai ini dijadikan salah satu tempat wisata dan pendaratan penyu," kata Ketua Kelompok Pecinta Alam Konservasi Penyu Mukomuko (KPA-KPM) Desa Pulau Baru Edi Suswanto, pekan lalu.

Lokasi Pendaratan Penyu

Batu Kumbang tidak hanya menawarkan pesona alam nan indah dan mempesona. Destinasi yang berjarak sekira 189 kilometer (KM) dari kota Bengkulu provinsi Bengkulu ini merupakan lokasi pendaratan empat jenis penyu atau 'katung' (bahasa Bengkulu).

Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), contohnya. Empat jenis penyu itu rutin membuat sarang untuk bertelur.

Tak jauh dari tepi pantai, berjarak sekira 75 meter, berdiri sebuah bangunan permanen. Rumah singgah penyu, namanya. Di bangunan itu dijadikan tempat penangkaran tukik atau bayi penyu.

Penangkaran penyu tersebut berdampingan dengan rumah pasangan suami istri, Edi Suswanto dan Siti Juariah beserta anaknya Aditya Meisefandi. Pasutri itu relawan pelestari penyu.

 Pelepasan Tukik

Mereka berdua dan delapan masyarakat setempat tergabung dalam Kelompok Pencinta Alam Konservasi Penyu Mukomuko (KPA-KPM) Desa Pulau Baru kecamatan Ipuh. Penangkaran penyu sudah berlangsung sejak 2015 hingga saat ini.

Selama empat tahun terakhir, terhitung sejak 2015 hingga 22 Mei 2019, telur tukik sudah lahir ke dunia sebanyak 10.107 ekor tukik. Dari angka itu tidak kurang dari ribuan tukik sudah dilepasliarkan ke Pantai Batu Kumbang.

Rinciannya, di tahun 2015, tukik lahir ke dunia sebanyak 1.583 ekor, 2016 sebanyak 1.939 ekor, pada tahun 2017 sebanyak 1.821 ekor, lalu di tahun 2018 sebanyak 3.011 ekor dan hingga 22 Mei tukik lahir ke dunia sebanyak 1.753 ekor.

Sebelum dilepasliarkan, tukik ditangkar terlebih dahulu hingga umur satu minggu hingga tiga bulan. Tukik yang dilepasliarkan itu mulai dari tukik sisik, lekang, hijau dan tukik belimbing.

"Sebelum dilepasliarkan, tukik atau bayi penyu di rawat di rumah singgah penyu," sampai Edi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini