nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pilu Pak Usma yang Warungnya Ludes Dijarah saat Demo 22 Mei

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 11:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 28 196 2061158 kisah-pilu-pak-usma-yang-warungnya-ludes-dijarah-saat-demo-22-mei-w7moCXAT0q.png Pedagang Korban Demo Bertemu Jokowi (Foto: Instagram/Jokowi)

DEMO 22 Mei 2019 mengenai hasil pemilihan umum (pemilu) memang telah berakhir. Meski demikian, polisi masih berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi adanya demo susulan yang bisa pecah kapan saja.

Ternyata di balik demo 22 Mei yang terjadi beberapa waktu lalu di kawasan Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat terdapat sebuah kisah pilu yang menyentuh hati. Ia adalah Pak Usma, kakek berusia 64 tahun ini menjadi korban kebrutalan para pendemo yang bertindak anarkis.

Sehari-harinya, pria paruh baya ini mengais rezeki di Ibu Kota dengan cara berjualan. Rokok dan minuman, menjadi barang andalan yang dimiliki oleh Pak Usma. Keinginannya pun sederhana, yakni ingin berdagang dengan aman di Jakarta.

Namun, kisruh penolakan hasil rekapitulasi presiden dan wakil presiden yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), telah mengubah hidup Pak Usma dengan cepat. Seluruh barang dagangan yang dimilikinya ludes di jarah oleh para pendemo.

Namun, Pak Usma tampaknya harus sedikit bernapas lega. Pasalnya Presiden Joko Widodo telah mengundangnya untuk datang ke Istana Negara untuk menceritakan keluh kesah seputar usahanya yang mendadak pailit karena aksi demo 22 Mei 2019.

“Rokok dan minuman dagangan saya habis. Pakaian saya juga habis. Dihitung-hitung kerugian saya bisa sampai 20 juta-an rupiah,” terang Pak Usma, seperti yang tertulis dalam postingan Instagram yang diunggah Presiden Joko Widodo.

Sebagaimana diketahui, Pak Usma memiliki sebuah warung yang terletak si jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Tak hanya Pak Usma, beberapa hari sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga mengundang Abdul Rajab dan Ismail ke Istana Negara.

Kedua orang tersebut merupakan pemilik warung yang menjadi korban keganasan aksi demo 22 Mei 2019.  

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini