nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pemerintah Terus Persempit Ruang Merokok

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 15:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 28 481 2061351 hari-tanpa-tembakau-sedunia-pemerintah-terus-persempit-ruang-merokok-5eowr7vdUR.jpg Pemerintah terus persempit ruang gerak merokok (Foto : Express)

Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang akan jatuh pada tanggal 31 Mei mendatang, Kementerian Kesehatan RI terus berupaya menekan jumlah perokok aktif.

Dalam memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, program yang sedang mereka gencarkan saat ini adalah sosialisasi dan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sejumlah daerah di Indonesia. Namun dalam praktiknya, baru beberapa daerah yang benar-benar serius menyukseskan program tersebut.

"Saat kita sedang mendorong daerah untuk menerapkan KTR di daerah mereka. Dari 29 Kabupaten/Kota baru Bogor, Kulon Progo, dan Klungkung yang serius menerapkan program KTR," ujar dr Cut Putri Arianie, MH.Kes, selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, (28/9/2019).

Kebiasaan Merokok

Lebih lanjut, Cut mengatakan, dalam Peraturan Pemerintah 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan, telah ditetapkan bahwa pemerintah daerah harus menerapkan KTR di 7 tatanan.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini Kemenkes akan kembali melakukan sosialisasi, guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya kebiasaan merokok.

Keputusan ini juga ditengarai hasil PSPK yang menemukan bahwa 55,6% keluarga, setidaknya mempunyai 1 atau lebih anggota keluarga yang merokok. Penemuan ini didukung oleh data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Rokok menjadi konsumsi terbesar kedua setelah beras.

"Keluarga miskin itu menggunakan lebih dari 11% pengeluarannya untuk membeli rokok loh. PP 109 juga akan direvisi ulang agar mengantisipasi dampak buruk dari rokok elektrik," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen P2P dr. Anung Sugihantono, M. Kes juga sempat menyinggung perihal pictorial health warning (PHW). Ia mengaku belum bisa memastikan bahwa rokok yang beredar di lapangan telah menggunakan PHW yang baru.

Dibutuhkan evaluasi khusus untuk menilik lebih lanjut terkait efektifitas pemberian peringatan bergambar pada kemasan rokok.

"Harus evaluasi untuk melihat komitmen dan kepatuhan dari perusahaan rokok. Kami juga akan menekan jumlah perokok dengan cara meluncurkan program berbasis pendekatan keluarga. Intinya, perhatian kami sekarang bukan hanya tertuju pada suatu kawasan saja, tetapi lebih besar lagi, bisa mencakup daerah atau desa," tuturnya.

Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap 31 Mei. Gerakan ini menyerukan para perokok untuk tidak merokok selama 24 jam serentak di seluruh dunia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini