nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mudik Lebaran, Begini Cara Membawa MPASI yang Baik dan Benar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 29 481 2061838 mudik-lebaran-begini-cara-membawa-mpasi-yang-baik-dan-benar-Bpp1Ut6kbZ.JPG Ilustrasi (Foto: Todaysparent)

Lebaran sudah tinggal menghitung hari, pastinya semua umat muslim sudah tidak sabar untuk merayakan hari kemenangannya bersama sanak saudara maupun sahabat terkasih. Alhasil mudik menjadi salah satu pilihan yang tidak bisa ditolak selama musim lebaran.

Sebagaimana diketahui, kepadatan arus mudik Lebaran memang membuat beberapa ruas jalan di Indonesia menjadi tersendat. Namun, hal ini tidak meluluhkan semangat para pemudik untuk pulang ke kampung halamannya.

Mereka bahkan ada yang rela bermacet-macetan bersama keluarga, demi bertemu keluarga di kampung halamannya. Bahkan tak sedikit dari mereka yang membawa bayi untuk turut bermudik.

Tentunya mudik dengan membawa bayi memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Perlu perawatan khusus dan cara yang tepat untuk membawa Makanan Pendamping ASI (MPASI) agar kebutuhan nutrisi sang anak selama perjalanan tetap tercukupi.

 Bayi MPASI

Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani SpA(K), mengimbau para orangtua yang membawa bayi saat pergi mudik untuk menjaga ketahanan makanan yang dibawanya.

“Terlebih pada perjalanan mudik, orangtua perlu lebih berhati-hati dalam menjaga ketahanan masing-masing bahan makanan. Misalkan di suhu kulkas, MPASI yang mengandung daging, telur atau ikan sebaiknya dikonsumsi dalam 24 jam. Sementara MPASI mengandung sayur dikonsumsi dalam 48 jam,” terang dr. Frieda, dalam acara Danonen beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, dr. Frieda juga menyarankan orangtua untuk memisahkan bahan pangan beserta alat makan yang telah digunakan agar menjamin kualitas MPASI yang dibawa lebih terjamin kehigienisannya.

“Untuk itu, perlu memisahkan bahan pangan termasuk dengan alat makan yang sudah digunakan, menjaga suhu pangan (cooler box atau plastik tahan panas). Jika diperlukan, orangtua dapat mempertimbangkan alternatif nutrisi fortifikasi yang komersial selama mudik Lebaran,” lanjutnya

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini