nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Kebutuhan MPASI Anak, Jika Salah Bisa Sebabkan Stunting

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 17:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 29 481 2061847 kenali-kebutuhan-mpasi-anak-jika-salah-bisa-sebabkan-stunting-vF0QwNfet5.jpg Ilustrasi (Foto: Parents)

Setiap anak pasti membutuhkan asupan makanan yang bergizi untuk membantu proses tumbuh kembangnya. Namun, seringkali para orangtua tidak memahami makanan apa saja yang dibutuhkan oleh sang anak.

Sebagaimana diketahui, terdapat sebuah fase dimana orangtua harus memperkenalkan makanan padat (weaning) atau juga dikenal sengan masa Makanan Pendamping Asi (MPASI) pada anak. Tentunya MPASI ini merupakan salah satu hal yang penting dari periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pasalnya pemenuhan nutrisi pada masa tersebut akan menentukan masa depan si kecil.

Oleh sebab itulah, diperlukan pengetahuan yang cukup baik bagi orangtua untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini pun dibenarkan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Frieda Handayani, SpA(K).

 MPASI

Ia menekankan berbagai metode harus dilakukan untuk mengutamakan kebutuhan gizi pada anak. Pasalnya gizi tersebut akan mendukung setiap tahap tumbuh kembang yang berbeda. Ia pun menjelaskan aneka gizi yang wajib ada dalam weaning.

“Kebutuhan gizi anak usia weaning terdiri dari karbohidrat, lemak, protein (makronutrien), hingga vitamin dan mineral. Selain itu sebaiknya tidak memberikan makanan pedas dan berbumbu tajam, buah yang terlalu asam, makanan mengandung gas, gula, garam, penyedap rasa hingga lemak jenuh,” terang dr. Frieda, dalam acara Danone di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Lebih lanjut dr. Frieda mengatakan bahwa dalam usia tertentu, seorang anak boleh diperkenalkan kepada MPASI. Namun, porsinya wajib disesuaikan dengan kebutuhan sang anak. Jangan sampai MPASI yang diberikan malah bisa menyebabkan seorang anak menjadi malnutrisi.

“Anak sudah cukup usia, siap secara fisik dan mental, mulai bisa diperkenalkan dengan MPASI yang nutrisi, frekuensi, tekstur hingga porsinya harus disesuaikan dengan kebutuhan anak. Kesalahan dalam pemberian MPASI berujung pada kesulitan makan, malnutrisi atau stunting,” lanjutnya.

Berdasaran data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa masih ada 30,8 persen bayi Indonesia yang mengalami kekerdilan (stunting), serta 17,7 persen balita Indonesia mengalami gizi buruk. Maka kebutuhan nutrisi anak pada dua tahun pertama kehidupan menjadi sangat penting.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini