nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Virus Cacar Monyet dan Cara Pencegahannya

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 16:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 29 481 2061874 mengenal-virus-cacar-monyet-dan-cara-pencegahannya-3MEZHUikOj.jpg Ilustrasi cacar monyet

WABAH cacar monyet atau monkeypox yang menghebohkan dunia akhir-akhir ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970 saat pertama kali terdeteksi di Republik Demokratik Kongo.

Pakar Penyakit Kulit dan Kelamin dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) dr. Sinta Murlistyarini menyebut kala itu cacar monyet menyebarkan melalui hewan yang terinfeksi.

"Sudah ada sejak 1970 itu awal mulanya di Republik Demokratik Kongo. Di Indonesia baru ramai dibicarakan karena ada kasus di Singapura yang berasal dari warga negara Nigeria," jelas Sinta.

Sementara itu, Staf Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Division Tropik Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) dr.Didi Candradikusuma SpPD (K) menjelaskan virus cacar monyet ini termasuk dalam golongan orthopoxvirus yang termasuk di dalamnya adalah variola virus yang menjadi penyebab penyakit cacar small pox.

Infografis cacar monyet

Di sisi lain untuk mengobati variola virus ini diperlukan virus vaccinia dan virus cowpox. Jadi monkeypox virus satu golongan dengan virus variola yang dikenal sebagai penyebab cacar yang sudah dinyatakan punah oleh WHO pada pertengahan 1980-an. Akan tetapi berbeda dengan virus cacar air (Varicella) yang saat ini masih sering timbul di masyarakat.

"Reservoir alami dari virus cacar monyet atau monkeypox ini masih belum jelas, namun beberapa spesies tikus Afrika diduga berperan dalam transmisi penyakit ini. Terdapat dua kelompok genetik virus monkeypox yakni Central African dan West African. Manusia yang terinfeksi oleh virus monkeypox central African tampaknya lebih berat secara klinis dibanding yang terinfeksi oleh kelompok virus west African dengan angka kematian yang cukup tinggi," terang Didi kembali.

Transmisi dari manusia ke manusia terjadi pada central african virus, namun sangat terbatas untuk virus monkeypox yang west african.

“Pencegahan terhadap penyakit cacar monyet atau Monkeypox ini antara lain dengan menghindari kontak dengan tikus dan primata terinfeksi serta membatasi paparan langsung terhadap darah dan daging hewan liar,membatasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi harus dihindari, memakai sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya yang sesuai saat menangani hewan yang terinfeksi dan saat merawat orang yang sakit, petugas kesehatan dianjurkan melakukan vaksinasi, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini