nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Si Kecil Susah Makan? Akali dengan Cara Ini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 30 Mei 2019 08:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 29 481 2061946 si-kecil-susah-makan-akali-dengan-cara-ini-aCm0Xh6R7h.jpg Ilustrasi (Foto: Washingtonpost)

Banyak orangtua yang memiliki kendala anak sulit untuk makan. Biasanya fenomena ini terjadi ketika sang anak sedang dalam proses tumbuh dan mengenal sesuatu, atau peralihan dimana anak mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para orangtua. Mereka harus memutar otak untuk menemukan cara yang tepat untuk membangkitkan nafsu makan si kecil.

Menanggapi masalah ini, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani, SpA(K), mengatakan bahwa fase anak seperti ini memang membutuhkan banyak sekali perjuangan dan kesabaran dari orangtua.

“Waktu makan itu momen learning and love. Jangan ajari anak makan sambil menjawab pesan singkat dari kantor. Harus sabar. Banyak baca buku atau bebagai web yang kredibel, atau bisa juga dikonsultasikan ke dokter,” terang dr. Frieda dalam acara Danone baru-baru ini.

 Anak makan sayur

Selain itu terdapat pula beberapa aturan yang harus ditaati sebelum sang anak makan. Hal ini berguna supaya kegiatan makan sang anak tidak terganggu dan bisa berjalan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Aturan makan tidak boleh lebih dari 30 menit. Sebelum makan besar jangan diberi susu, atau camilan terlebih dulu. Pasalnya sang anak nanti malah jadi nggak mau makan. Proses memberi makan harus ekstra sabar. Jangan memberi makan yang manis sebagai hadiah,” lanjutnya.

Sebaliknya, gunakan waktu makan anak ini dengan sebaik mungkin. Buatlah sang anak merasa nyaman dengan hidangan yang disanyapnya, namun tetap terapkan feeding rules.

“Orangtua tidak boleh salah menetapkan feeding rules. Makanan sebiknya dikasih hiasan dengan rapi seperti di restoran. Makanan dan sendoknya menggunakan yang lucu. Proses makan itu harus ada kontak mata. Anak diajak bercakap cakap,” tuntasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini