nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tradisi Masak Kolak Ayam di Malam ke-23 Ramadan oleh Masyarakat Gresik

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 31 Mei 2019 16:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 31 298 2062533 tradisi-masak-kolak-ayam-di-malam-ke-23-ramadan-oleh-masyarakat-gresik-pyu0w3Ye1z.jpg Para warga Desa Gumeno memasak kolak ayam (Foto: Disbud Gresik)

Saat Ramadan banyak daerah yang punya masakan ciri khas, yang cuma dimasak saat bulan puasa. Salah satunya kolak ayam, tradisi yang tak lekang oleh waktu dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Berdasarkan cerita, kolak ayam tersebut dimasak pertama kali saat Sunan Dalem melakukan dakwah di Desa Gumeno tahun 1540. Saat itu, ia jatuh sakit dan membuat masyarakat sekitar harus cari obat untuk menyembuhkan.

Menariknya, Sunan Dalem bermimpi bahwa ia harus makan ayam jago muda yang diolah menjadi sebuah masakan. Ia lalu mengutus santri serta masyarakat sekitar untuk mengolah ayam jago muda itu, dengan bumbu rempah yang khas.

 Para pria memasak kolak ayam

Sunan Dalem meminta agar ayam jago muda yang sebagai bahan utama tersebut dimasak menggunakan rempah-rempah, seperti daun bawang merah, jintan, kemudian ditambah gula jawa dan santan kelapa. Mirip seperti kolak, tapi rasanya cenderung gurih.

Dikutip dari Instagram @gresiktourism, ada pula cerita lain dari asal-asul olahan kolak ayam ini. Tradisi tersebut dilakukan turun temurun sejak berkuasanya pemerintahan Giri Kedaton. Waktu itu masyarakat di sekitar Desa Gumeno terserang yang wabah tak kunjung sembuh.

 Kolak ayam

Melihat adanya keanehan itu, penguasa setempat memerintahkan membuat kolak ayam dan disuruh memberikan kepada seluruh masyarakat yang sakitnya tak kunjung sembuh. Setelah memakan kolak ayam tersebut, wabah penyakit yang menyerang masyarakat Gumeno hilang semua.

Uniknya juru masak yang terlibat ketika mengolah makanan ini berupa kaum laki-laki. Cara pengolahannya pun sangat tradisional, yakni menggunakan kuali tanah liat, kemudian dimasak di atas api kayu bakar. Jadilah masakan tersebut dijuluki kolak ayam, bahkan ada makna khususnya.

Karena ingin melestarikan tradisi tersebut, pada malam Ramadan ke-23, masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, ramai-ramai masak kolak ayam. Sekali masak bisa sampai lebih dari 500 porsi kolak ayam.

Biasanya menu kolak ayam yang terlihat lezat itu disajikan untuk berbuka puasa bersama di masjid sekitar. Masyarakat pun berbondong-bondong datang untuk mencicipinya.

Dalam proses memasaknya pun masyarakat beramai-ramai menyediakan bahannya, sampai mengolah ayam yang digodok sampai empuk, lalu disuwir-suwir. Masyarakat baik laki-laki maupun perempuan sangat kompak dan sabar memasak kolak ayam tersebut.

Tak sekadar itu, rupanya tradisi memasak kolak ayam tersebut dijalankan demi menjalin silaturahmi dengan orang lain di bulan Ramadan. Selain itu, menghormati tradisi peninggalan Sunan Dalem yang sangat dicintai oleh masyarakat sampai sekarang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini