Cerita Kanye West yang Didiagnosa Menderita Bipolar

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 31 Mei 2019 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 31 481 2062646 cerita-kanye-west-yang-didiagnosa-menderita-bipolar-11kJDj281F.jpg Kanye West menderita bipolar (Foto: 123FM)

SEBAGAI figur publik yang tidak hanya sukses di industri musik dan fesyen, punya keluarga harmonis dengan istri dan anak-anak tercinta, dan juga limpahan materi yang tidak terhitung, mungkin tidak banyak orang awam yang tahu kisah di balik sosok Kanye West.

Ya, di belakang embel-embel titelnya sebagai desainer dan musisi terkenal, siapa sangka Kanye West ternyata hidup dengan titel diagnosa gangguang bipolar.

Kanye diketahui pertama kali membuka diri tentang kondisi mental yang ia alami ketika mempromosikan album barunya Ye pada Juni 2018. Ia disebutkan mengekspresikan gangguan bipolar sebagai kekuatan super dalam lagu "Yikes".

 

Diungkapkan Kanye, seorang dokter telah memberitahunya bahwa dia sebenarnya menderita kurang tidur (sleep deprivation).

Namun, dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan majalah Vogue, sang istri, Kim Kardashian mengatakan bahwa sang suami menerima diagnosis bipolar di tengah penilaian yang bertentangan dari para profesional medis.

Didiagnosa bipolar disorder, tapi suami Kim Kardashian ini tidak ragu untuk secara gamblang membicarakan di depan publik tentang situasi yang ia miliki. Salah satunya bercerita tentang perasaan "hiper-paranoid" karena diagnosis gangguan bipolar, tersebut. Kanye West mengatakan bahwa semuanya dapat terasa seolah-olah itu adalah konspirasi. Cerita lengkapnya ada di halaman selanjutnya.

Rapper terkenal ini, membuka tentang masalah kesehatan mentalnya dalam sebuah wawancara baru dengan David Letterman, untuk seri kedua Netflix bertajuk ‘My Next Guest Needs No Introduction with David Letterman’.

Dalam sesi wawancara yang tayang Jumat (31/5/2019), Kanye merinci pengalaman pribadinya merasa ‘meningkat’ atau ramping up " karena kondisi kesehatan mentalnya, mengatakan bahwa melakukan hal itu dapat membuatnya merasa lebih mampu mengekspresikan kepribadiannya.

“Yang ingin saya katakan tentang hal bipolar adalah karena memiliki kata 'bi' di dalamnya, ini seperti memiliki gagasan, seperti kepribadian ganda. Yah, itu berhasil untuk saya karena saya seorang Gemini, tetapi ketika Anda ‘ramping up’ itu dapat lebih mengekspresikan kepribadian Anda,” ungkap Kanye.

Di sisi lain, pria empat orang anak ini mengakui bahwa orang-orang dengan gangguan bipolar memiliki pengalaman yang berbeda. Namun berdasarkan pengalaman pribadinya, semua hal bisa terasa seperti konspirasi. Mulai dari seperti merasa direkam, diawasi oleh pemerintah, dan hal-hal semacamnya.

 

Perihal gangguan bipolar yang ia miliki, Kanye menambahkan bahwa itu dapat mencapai titik di mana ia merasa rasanya semua orang ingin membunuh dirinya.

“Kamu pada dasarnya hampir tidak mempercayai siapa pun. Biasanya hingga ada momen, di mana gangguan ini rasanya seperti memborgol diri Anda, memberi obat, dan menempatkan Anda di tempat tidur, dan mereka memisahkan Anda dari semua orang yang Anda kenal, ” tambah Kanye.

Tapi Kanye mengaku bersyukur bisa merasakan sendiri pengalaman di atas. Sebab dengan itu, ia merasa dirinya bisa memulai dengan mengubah momen tersebut.

Selain pengalaman yang ia rasakan, di kesempatan yang sama Kanye juga menuturkan dampak dari tidak meminum obat secara rutin yang diresepkan. Pasalnya hal itu nyatanya berdampak untuk kondisi kesehatan mental dapat mempengaruhi pikiran seseorang.

“Jika Anda tidak minum obat setiap hari untuk menjaga diri pada keadaan tertentu, Anda memiliki potensi untuk ‘ramping up’ dan itu dapat membawa diri ke titik di mana Anda bahkan dapat berakhir di rumah sakit, ” tukas pria 41 tahun itu. Demikian sebagaimana dilansir Independent, Jumat (31/5/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini