Mengenal Penyakit Kanker Darah yang Dialami Ani Yudhoyono

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 01 Juni 2019 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 01 481 2062884 mengenal-penyakit-kanker-darah-yang-dialami-ani-yudhoyono-QjHXUuWeC9.jpg Ani Yudhoyono meninggal dunia (Foto : @aniyudhoyono/Instagram)

Ani Yudhoyono diberitakan meninggal dunia di National University Hospital Singapura pada hari ini, Sabtu 1 Juni 2019 pukul 11.50 waktu setempat. Istri Susilo Bambang Yudhoyono tersebut divonis menderita sakit kanker darah beberapa bulan lalu.

Ani Yudhoyono telah menjalani medical treatment di National University Hospital, Singapura sejak 2 Februari 2019, atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kanker darah, simak ulasan berikut ini.

Mengenal kanker darah

Kanker hermatologi atau kanker darah yang dialami Ani Yudhoyono merupakan kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel daerah. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Okezone, sebagian besar kanker darah berawal dari sumsum tulang (organ yang memproduksi darah).

Ani Yudhoyono meninggal dunia

Keberadaan sel kanker ini akan mencegah sel-sel darah normal untuk menjalankan fungsi mereka. Setidaknya ada 3 jenis penyakit yang menyerang pasien kanker darah yakni, leukimia, limfoma, dan myeloma. Berikut penjelasan lengkapnya.

Leukimia adalah kanker sel darah putih yang paling umum menyerang pasien kanker darah. Penyakit ini membuat sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel-sel darah merah yang cukup untuk memasok kebutuhan tubuh.

Kemudian ada kanker darah limfoma yang cenderung berkembang pada limfosit, tipe sel darah putih yang berfungsi untuk melawan infeksi. Dampak dari penyakit ini akan mengganggu sistem kekebalan tubuh pasien, dan memengaruhi kelenjar getah bening, limpa, timus, sumsum tulang, dan organ tubuh lainnya.

Terakhir kanker myeloma yang terbentuk dari sel plasma ganas. Seperti diketahui, sel plasma dibutuhkan tubuh karena memproduksi antibodi yang membantu membunuh kuman. Kanker tipe ini justru akan mencegah produksi antibodi normal, sehingga mengakibatkan sistem kekebaln tubuh pasien menurun, serta mudah terkena infeksi. Penyebab kanker darah seperti yang dialami Ani Yudhoyono bisa disimak di halaman berikutnya.

Penyebab kanker darah

Para peneliti sebetulnya belum dapat memastikan penyebab kanker darah. Namun, mereka berasumsi bahwa perubahan dalam DNA lah yang memicu se-sel darah sehat menjadi sel kanker.

Selain itu ada faktor-faktor lain yang memengaruhi, seperti penyakit turunan, paparan radiasi dan kemoterapi, faktor usia, memiliki riwat penyakit auto imun, obesitas, dan mengalami penyakit sel plasma.

Gejala kanker darah

Gejala kanker darah cenderung berbeda, disesuaikan dengan jenisnya. Misalnya, gejala leukimia yang pada dasarnya cenderung sulit untuk dikenali karena tidak ada tanda-tanda yang khas. Namun, penyakit ini memiliki beberapa gejala umum seperti, anemia, darah sukar membuka, sering mengalami pendarahan (mimisan, memar, dan gusi berdarah), rentan terkena infeksi, serta rasa nyeri di persendian dan di tulang belakang.

Sementara untuk kanker darah limfoma ditandai dengan adanya tonjolan di bawah kulit (leher, selangkangan, atau ketiak), demam, batuk yang tidak sembuh-sembuh, sesak napas, keringat berlebih di malam hari, dan gangguan saraf.

Berbeda dengan leukimia dan limfoma, kanker darah myeloma memiliki beberapa gejala yang khas. Mulai dari anemia, kaki bengkak, gangguan atau kerusakan ginjal, rentan mengalami infeksi, dan gangguan tulang dan kalsium yang menyebabkan tulang mudah patah.

Jika pasien mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter ahli untuk penanganan lebih lanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini