nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Made, Anak Penjual Tempe Juara Olimpiade Sains Nasional

Gurais Alhaddad, Jurnalis · Sabtu 01 Juni 2019 01:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 01 612 2062751 kisah-made-anak-penjual-tempe-juara-olimpiade-sains-nasional-kos7rHcFtc.jpg Made Anak Penjual Tempe

KEMISKINAN tak membuat Ahmad Darmansyah putus arang. Berkat tekad kuatnya anak penjual tempe yang akrab dipanggil Made itu sukses menjadi juara olimpiade sains nasional.

Keberhasilan Made, anak penjual tempe asal Kabupaten Kebumen, Jawa tengah, tak lepas dari sentuhan Smart Ekselensia. Lewat lembaga ini Made merajut asa. Setelah lulus sekolah dasar, Made merantau jauh hingga ratusan kilometer dari kampung halamannya.

Smart Ekselensia yang berada di Bogor, Jawa Barat menjadi destinasi baru atas harapan made melanjutkan pendidikan. Sekolah tersebut memberikannya kesempatan mengenyam pendidikan tingkat SMP hingga SMA secera gratis. Hal tersebut tidak Made sia-siakan.

Prestasi demi prestasi Made ukir. Puncaknya, Made berhasil mendapat mendali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) cabang Biologi saat SMP. Hal tersebut menjadi kado indah bagi orang tuanya di Kebumen. Kini, Made anak penjual tempe, bertransformasi menjadi juara olimpiade sains.

Kegigihan dan konsistensi Made dalam belajar adalah kunci keberhasilannya. Kesempatan mengenyam pendidikan gratis benar-benar dimanfaatkan olehnya. Tidak sulit bagi seorang Ade untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan prestasinya yang memukau, banyak universitas yang membuka lebar pintu gerbangnya untuk seorang Made.

Ketika lulus dari Smart Ekselensia, Made diterima di dua universitas favorit sekaligus. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) sama-sama menerima Made. Pada akhirnya Made memilih melanjutkan di STAN. Hingga kini, Made sedang menyibukan diri mengabdi ke negara di Ditjen Perimbangan Keuangan, Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

Kisah keberhasilan yang dialami Made menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya. Kisah gigihnya menggerakan adik kelasnya untuk bisa mengukir kisah yang lebih sukses. Setiap tahun, siswa Smart Ekselensia selalu kembali terus mengukir prestasi. Lulusannya juga terus menjadi incaran universitas ternama di Indonesia.

Kisah Made yang hanya anak penjual tempe, berhasil menaikkan derajat keluarganya bukanlah satu-satunya. Banyak bibit unggul penerus bangsa yang terus saja berusaha dicetak oleh sekolah hasil penberdayaan zakat, infaq, sodaqoh, dan wakaf tersebut.

Sejak berdiri tahun 2004 silam, salah satu progam pendidikan Dompet Dhuafa, Smart Ekselesia telah melahirkan banyak generasi berkualitas. Berkonsep sekolah ramah dhuafa, sekolah ini memberikan harapan baru bagi banyak anak bangsa yang putus asa atas pendidikan hanya karena masalah finansial. Tidak jarang dari mereka mendapatkan prestasi yang mereka anggap dulunya mustahil, namun kesempatan atas pendidikan membuat prestasi tersebut menjadi mungkin terwujud, seperti Made, anak penjual tempe.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini