nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Lebaran, Princess Megonondo Berbagi Kebaikan dengan Warga Kampung Halamannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 03 Juni 2019 04:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 03 196 2063277 jelang-lebaran-princess-megonondo-berbagi-kebaikan-dengan-warga-kampung-halamannya-4hmMYRaLxZ.JPG Miss Indonesia 2019 Berbagi Bersama (Foto: Leo/Okezone)

IDUL Fitri kerap dijadikan sebagai momen berbagi kebahagiaan dengan sesama. Tak ayal, beberapa orang berlomba untuk membagikan sedikit rejekinya untuk memperoleh berkah dan kebahagiaan di hari yang fitri ini.

Hal serupa dilakukan oleh Miss Indonesia 2019, Princess Megonondo. Menjelang lebaran, Princess sengaja mengumpulkan warga yang ada sekitar rumah neneknya di kawasan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan ini Princess Megonondo membagikan sebagian rejekinya berupa sembako yang terdiri dari minyak, beras, mie instan, gula dan beberapa kebutuhan pokok lainnya kepada para warga sekitar.

Miss Indonesia 2019 Princess Mego

“Sekarang saya sedang di kampung halaman dan melakukan tradisi keluarga yang dilakukan menjelang lebaran yaitu membagikan sembako. Totalnya ada 700 paket. Beras,gula minyak, kebutuhan yang dibutuhkan Masyarakat sini,” tutur Princess Megonondo, saat dijumpai Okezone, Minggu (2/5/2019).

Princess sendiri mengatakan bahwa ramadan adalah momen dimana dirinya berlomba-lomba untuk berbagi kebaikan. Ia pun berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu meringakan beban para warga yang ingin merayakan lebaran.

“Kalau buat saya bulan Ramadan adalah waktu untuk berlomba-lomba untuk berbagi kebaikan. Hadiah pada para warga sekitar adalah berbagi makna Ramadan. Saya berharap ini dapat sedikit banyak membantu warga di sini,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Princess Megonondo juga kerap memanfaatkan waktu luangnya untuk mengajar di SMK Wira Buana, Bojong Gede, Bogor. Saat mengajar pun Princess menganggap semua muridnya sebagai teman. Ia melakukan hal ini untuk mencari pengalaman dalam hidupnya.

“Saya melihat mereka (murid) sebagai teman-teman saja bukan sebagai murid. Kalau dibilang hobi mungkin lebih ke mengisi waktu luang. Saya mengajar lebih ke experience, sejak SD sering ngasih briefing, Alhamdulillah sekarang ngomong depan banyak orang pun bukan hal yang sulit bagi saya,” tuntasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini