nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Haru Putri, Anak Yatim Piatu di Hari Raya Idul Fitri

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 05 Juni 2019 03:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 05 196 2063813 kisah-haru-putri-anak-yatim-piatu-di-hari-raya-idul-fitri-zfq4J4dB4B.jpg Febriani Putri Azahra (Foto : Sukardi/Okezone)

Idul Fitri adalah momen kebahagiaan, sekali pun di sana ada air mata yang menetes kala seorang anak bersujud di bawah kaki orangtuanya. Hari Raya Idul Fitri adalah kado terindah Allah SWT untuk umat Islam.

Kebahagiaan yang dirasakan di Hari Raya Idul Fitri tak bisa dibayar dengan apa pun. Itu kenapa, banyak dari perantau rela kembali ke kampung halaman untuk bisa berkumpul bersama sanak saudara. Momen ini tak dapat tergantikan.

Tapi, berbeda dengan yang dialami Febriani Putri Azahra. Gadis berusia 11 tahun ini harus menerima kenyataan di mana dirinya mesti merayakan Hari Raya Lebaran 2019 tanpa kehadiran ayah di sampingnya. Di mana, sudah 6 tahun yang lalu dia merayakan Lebaran tanpa ibu.

Ya, Putri, sapaan akrabnya, akan merayakan Lebaran tahun ini tanpa kehadiran kedua orangtuanya. Status anak yatim piatu dipegangnya di usia yang masih kecil. Harapan besar bisa membahagiakan orangtua tak ada lagi di hidupnya.

curhat putri

Pada Okezone, Putri menjelaskan kalau dirinya akan merayakan Lebaran bersama kakak dan bibinya. "Aku tinggal bareng Bi Dian dan Lebaran ini paling sama kakak dan keluarga di sini," ungkapnya malu-malu, Sabtu  Juni 2019.

Keputusan Putri menetap bersama bibinya ternyata bukan tanpa alasan. Dian menjelaskan ke Okezone kalau dia memang sudah mengurus Putri sejak usianya 3 tahun. Sampai besar pun, dia yang menngurus Putri, mulai dari masalah makan sehari-hari sampai urusan sekolah.

Dian menuturkan, Ayah Putri memberikan uang bulanan ke dia dan karena itu semua urusan Putri dia yang mengatur. Dian sudah menganggap dirinya sendiri adalah ibu buat Putri. Sebab, Putri sudah ditinggal ibunya sejak berusia 3 tahun dan di tahun ini, di akhir Ramadan, dia mesti kehilangan ayahnya.

putri dan bibi

Momen Lebaran yang biasanya diisi dengan sungkem ke orangtua tak lagi bisa dirasakan Putri. Dia mesti tabah dengan keadaan dan beruntung keluarga dia selalu ada di sampingnya.

"Ayah belum membelikan aku baju baru, tapi aku tahu alasannya. Ayah berjuang dengan penyakitnya dan aku nggak sama sekali mikirin baju baru," cerita Putri.

Malah, pada Okezone, Putri menyatakan kalau dirinya ingin memberikan sesuatu untuk ayahnya nanti di momen Hari Raya Idul Fitri. "Putri ingin datang ke makam ayah, mau bacain Alquran buat ayah sama ibu. Cuma itu yang bisa Putri lakuin," sambungnya.

Gadis kelas 5 SD Pakulonan 1 Tangerang Selatan ini melanjutkan, Bi Dian memang selalu ada di sampingnya. Dia sudah dianggap seperti ibu sendiri. Karena itu juga Putri bakal Lebaran bersama dia dan kakak lainnya.

Sedih karena tak bisa merayakan Lebaran bersama ayah sudah dia luapkan semuanya di hari meninggalnya sang ayah, Kamis 23 Mei 2019. Tangis itu pecah dan rasa sedih itu diperkuat karena Putri tidak bisa melihat ayah untuk terakhir kali di Rumah Sakit Umum Daerah Pamulang.

Harapan terbesar sang ayah diutarakan Bi Dian pada Okezone. Ayah Putri berharap kalau Putri bisa jadi orang sukses dan tetap sayang dengan keluarga lainnya. Sang ayah juga berharap Putri bisa melanjutkan kehidupan sampai akhirnya mimpi Putri tercapai.

"Ayahnya cuma berpesan supaya Putri jangan "meleng" dan terus selalu ada di dekat keluarga. Putri harus bisa meraih mimpi Putri meski tanpa ayah," ucap Bi Dian menirukan harapan ayah Putri.

Cerita Putri

Di Lebaran ini, Putri mengatakan kalau dirinya cuma punya satu kado untuk ayah dan ibu. Kado tersebut adalah doa terbaiknya supaya kedua orangtuanya bahagia di surga bersama Allah SWT.

"Doa Putri di Lebaran ini, Putri mau minta ke Allah supaya ayah dan ibu masuk surga dan Putri bisa sehat terus," ucapnya lantas menangis dalam dekapan Bi Dian.

Kisah Putri

Momen harus itu tak bisa terbendung. Gadis berusia 11 tahun mesti rela ditinggal kedua orangtuanya. Tak ada lagi orang yang bisa dia mintai wejangan dan selalu ada di semua kondisi hidup. Putri harus merasakan hal itu semua di usianya yang masih kecil.

Masa depannya ada di tangannya sendiri, kakak kandungnya, dan keluarga yang ada di sekitarnya. Tanggung jawab hidupnya sudah dia pegang sendiri dan ini tak mudah untuk siapa pun. Putri kuat dengan dirinya sendiri.

"Ibu aku meninggal dunia di Arab Saudi pas Ramadan, ayah aku meninggal dunia pas Ramadan juga. Semoga Allah mengampuni dosanya dan dimasukkan mereka ke surganya Allah. Putri cuma bisa kasih doa buat mereka," tambahnya menahan air mati.

Momen Lebaran buat Putri adalah momen kebahagiaan sekaligus kesedihan. Dia mesti mengikhlaskan diri untuk tidak merayakan Idul Fitri bersama orangtuanya. Tapi, dia bahagia kakak dan keluarganya ada di samping dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini