nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pacaran dengan Single Parent? Simak 6 Tips Ini

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Kamis 06 Juni 2019 11:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 06 196 2064008 pacaran-dengan-single-parent-simak-6-tips-ini-SQWhMqeqUG.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JATUH cinta memang terkadang tidak mengenal waktu, tempat, bahkan status. Memang, kebanyakan mencari pasangan hidup yang sama-sama jomblo, tapi tidak semua mendapatkannya. Ada juga yang jatuh cinta kepada orangtua tunggal alias single parent.

Sebagian orang mungkin ragu untuk menjalin hubungan dengan orang yang berstatus single parent. Ada banyak tantangan yang mesti dihadapi dengan bijak dan dipikirkan masa-masak jika Anda memiliki hubungan asmara dengan orang yang sudah punya anak.

Mulai dari keseriusan, jadwal yang padat karena ada tanggungan, hingga masalah anak terkadang bisa membuat Anda bingung dan frustasi. Oleh karena itu, diperlukan beberapa tips yang bisa membantu Anda mengurangi beban-beban tersebut.

Berpacaran dengan orang yang sudah punya anak memang tidak mudah. Akan tetapi, jika sudah sayang, tentu masalah ini dapat diatasi jika dilakukan dengan cara yang benar.

jika sudah sayang, tentu masalah ini dapat diatasi jika dilakukan dengan cara yang benar.

1. Memahami prioritas utama pasangan

Pada saat Anda berpacaran dengan orang yang sudah punya anak, tentu Anda harus paham bahwa prioritas utama mereka adalah anak.

Kemungkinan besar dia akan menghabiskan waktu lebih banyak dengan anaknya dibandingkan dengan Anda. Tidak usah heran apabila pasangan Anda tiba-tiba harus membatalkan kencan karena harus mengurus anaknya, entah itu sakit atau keperluan sekolah.

Oleh karena itu, cobalah untuk mencari cara lain mengekspresikan rasa sayang kepadanya. Tidak sebatas kencan di bioskop atau makan malam di restoran, cukup hadir sebagai pendengar yang baik adalah alternatif yang cukup bagus.

Biarkan pasangan Anda yang mengatasi masalah tersebut dan berikan saran apabila ia memintanya.

2. Tidak ikut campur dengan masalah mantannya

Apabila Anda pernah mendengar bahwa terdapat masalah yang cukup serius diantara pasangan dengan mantan pasangannya, cobalah untuk tidak ikut campur. Biarkan pasangan Anda yang mengatasi masalah tersebut dan berikan saran apabila ia memintanya.

Usahakan untuk tidak menghubungi apalagi sampai bertemu mantannya agar masalah pasangan dapat teratasi. Bila pasangan Anda Single parent, jadilah seorang pendengar dan penyemangat yang baik tanpa harus ikut terjun di dalam persoalan tersebut.

3. Biarkan pasangan mendidik anak dengan caranya sendiri

Pada saat Anda menjalin hubungan dengan orangtua tunggal alias single parent, sebaiknya tidak ikut campur seputar mendidik dan mendisiplinkan anaknya. Biarkan ia menangani urusan anaknya dengan caranya sendiri.

Apabila Anda merasa cara tersebut tidak begitu baik, cobalah untuk berbicara dengannya berdua saja tanpa maksud menghakimi. Nah, usahakan untuk tidak berkomentar apapun kecuali pasangan meminta saran Anda dalam mengurus anaknya.

Intinya, tidak ikut campur dalam urusan anak kecuali Anda sudah menikah dengannya adalah langkah yang cukup pintar. Jika Anda mengatasinya tanpa memberitahu pasangan Anda, hal tersebut bisa melukai pandangannya tentang Anda yang terlalu ikut campur.

Jika Anda baru memulai hubungan dengan pasangan, jangan terlalu terburu-buru ingin diperkenalkan dengan anaknya.

4. Mendekati anaknya pelan-pelan

Jika Anda baru memulai hubungan dengan pasangan, jangan terlalu terburu-buru ingin diperkenalkan dengan anaknya. Persiapkan dan yakinkan diri dulu sebelum bertemu dengan anak pasangan.

Anda juga bisa bertanya bagaimana sifat si kecil, apa yang ia suka, hingga makanan favoritnya pada pasangan. Dengan begitu Anda bisa mencari cara pendekatan sendiri yang tentunya sesuai dengan Anda dan karakter si kecil.

Namun, jangan lupa untuk menanyakan saran pada pasangan sebelum Anda menerapkan pendekatan tersebut pada anaknya.

Pertemuan dengan anak pasangan Anda adalah sebuah langkah besar karena membentuk sosok tersendiri di mata mereka. Oleh karena itu, terburu-buru mungkin bisa membuat Anda tidak dapat mempertahankan peran yang sudah Anda ciptakan di depan mereka.

5. Menjadi sosok yang dapat dipercaya

Sebagai orang tua tunggal yang entah ditinggal cerai atau mati oleh pasangannya, seringkali hal ini membuat mereka memiliki masalah kepercayaan. Oleh karena itu, menjadi seseorang yang dapat diandalkan dan dipercaya adalah hal yang sangat penting dalam menjalin hubungan dengan orang tua tunggal.

Biasanya, pada tahap awal Anda berpacaran dengan orang yang sudah punya anak, mereka akan cenderung skeptis, sehingga membangun kepercayaan terkadang sulit. Oleh karena itu, apabila Anda sudah memperoleh tiketnya, usahakan tidak merusaknya.

Sering kali hubungan dengan orang yang sudah punya ditentang oleh pihak keluarga atau teman.

6. Mengikuti naluri

Sering kali hubungan dengan orang yang sudah punya ditentang oleh pihak keluarga atau teman. Oleh karena itu, setelah Anda menerima alasan mereka, cobalah berpikir kembali.

Ikuti naluri karena yang mengetahui apa yang terbaik untuk Anda adalah diri Anda sendiri. Apakah menjalin hubungan dengan orang tua tunggal bisa Anda lakukan meskipun terdapat rintangan yang menghadang?

Nah, itu tadi adalah tips yang bisa membantu Anda dalam menjalin hubungan dengan orang tua tunggal. Seiring dengan berjalannya waktu, Anda akan terbiasa dengan rutinitas pasangan dan tentu saja anaknya. Keputusan ada di tangan Anda, apakah dapat melanjutkan hubungan ini ke tingkat yang lebih serius atau tidak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini