nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Bahaya Terlalu Sering Minum Bubble Tea Seperti yang Dirasakan Remaja Ini

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 08 Juni 2019 19:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 08 298 2064578 kenali-bahaya-terlalu-sering-minum-bubble-tea-seperti-yang-dirasakan-remaja-ini-Dy0TCfpjSi.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Beberapa waktu belakangan minuman bubble tea digilai oleh masyarakat. Tak sedikit yang rela mengantre di sejumlah gerai yang menjual minuman tersebut. Bahkan ada yang sampai memesan lewat aplikasi demi mendapatkan minuman favoritnya.

Bubble tea adalah minuman berbahan dasar teh dan susu. Minuman tersebut biasanya disajikan dengan aneka topping yang terbuat dari tepung tapioka. Selain itu, varian rasanya cukup banyak sehingga membuat masyarakat semakin menggemarinya.

 Minuman

Namun jika Anda termasuk orang yang menggemari bubble tea, tampaknya Anda perlu berhati-hati. Belum lama ini seorang anak perempuan berusia 14 tahun di Tiongkok terpaksa harus dirawat di rumah sakit lantaran mengalami sembelit. Dirinya tidak berhasil buang air besar selama lima hari yang membuatnya tidak bisa makan dan mengalami sakit perut.

 Hasil rontgen

Dokter yang menangani anak perempuan tersebut sampai harus melakukan pemindaian tomografi lantaran tidak bisa menemukan penyebab masalah pencernaannya. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan banyak bayangan bola yang tidak biasa di perut anak perempuan yang tinggal di provinsi Zhejiang itu. Tak main-main, jumlah bayangan bola mencapai 100 buah.

Dokter menyimpulkan bayang-bayang tersebut adalah mutiara tapioka yang tidak tercerna. Pada awalnya sang anak enggan mengaku jika dirinya senang mengonsumsi bubble tea. Dia hanya mengatakan meminum minuman tersebut lima hari sebelum kejadian dan itu pun hanya satu gelas. Namun Dr Zhang Louzhen yang merawatnya curiga karena menurut diagnosisnya anak tersebut sering mengonsumsi bubble tea.

Menurut Dr Zhang, anak tersebut hanya takut dihukum oleh orangtuanya. Maka dari itu sang anak menyembunyikan kebenaran tentang kebiasaannya meminum bubble tea.

“Kondisi anak ini sangat parah. Sudah pasti dia mengonsumsi mutiara tapioka dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang lama,” ujar dokter tersebut seperti yang Okezone kutip dari Straits Times, Sabtu (8/6/2019).

 Bubble tea

Dokter Zhang kemudian memberikan resep obat pencahar untuk anak tersebut. Tujuannya agar sembelitnya berkurang. Sementara itu, dokter lain memperingatkan tentang masalah yang bisa ditimbulkan jika terlalu sering mengonsumsi bubble tea.

Topping bubble tea yang terbuat dari pati sehingga sulit untuk dicerna tubuh. Belum lagi sejumlah gerai yang menjual minuman tersebut ada yang dengan sengaja menambahkan pengental dan pengawet ke mutiara. Mengonsumsi topping tersebut secara terus-menerus dapat menyebabkan masalah pencernaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini