nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wisatawan Membeludak, 37 Penjaga Pantai Siaga di Perairan Pangandaran

Sabtu 08 Juni 2019 21:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 08 406 2064620 wisatawan-membeludak-37-penjaga-pantai-siaga-di-perairan-pangandaran-xvNMQiHRWX.jpg Ilustrasi. Foto: Okezone

PANGANDARAN - Obyek wisata di Kabupaten Pangandaran mengalami lonjakan pengunjung, terutama di Pantai Pangandaran. Lonjakan ini terjadi sejak H+1 Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Melihat kondisi ini petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) pun siap siaga untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, momen libur lebaran memang sangat berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan. "Alhamdulillah libur hari raya dari tanggal 1 Juni sampai hari ini tingkat kunjungan sangat padat sekali. Di pantai barat, pantai timur, di Krapyak, di Batu Karas, di Green Canyon, penuh sekali," ujarnya, Jumat (7/6/2019).

Jeje menyatakan, membeludaknya wisatawan patut disyukuri, sebab, destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran sempat sepi karena peristiwa tsunami Banten. Dengan meningkatnya kunjugan wisata saat lebaran ini, ia optimis target kunjungan wisatawan yang ditetapkan bisat tercapai.

"Kita menargetkan kurang lebih 5 juta orang. Kalau mleihat sekarang kunjungan karena cuti bersama dan libur sekolah yang panjang, target 5 juta sepertinya akan tercapai," ucapnya.

Menurut Bupati, sebagai upaya penjagaan dan penyelamatan pada libur Lebaran 2019, pengelola Wisata Pangandaran menurunkan 40 penjaga pantai. Mereka akan rutin bekerja secara bergantian. Dari jumlah tersebut, hanya tiga yang ditempatkan di Pantai Batukaras, sementara sisanya di Pantai Pangandaran.

“Para penjaga pantai ini telah ratusan kali melakukan penyelamatan dan telah tersertifikasi. Pelatihan anggota penyelamat ini melibatkan organisasi dunia, yakni International Surf Lifesaving Association (ISLA) dan International Life Saving (ILS) Federation,” tutur Bupati.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Undang Sobarudin bahkan sampai turun tangan membantu petugas pintu tolgate Pantai Pangandaran. Volume kendaraan roda dua dan mobil pribadi mengalami lonjakan luar biasa.

Penumpukan kendaraan roda dua di pintu masuk terpantau cukup panjang jika dibanding hari biasa. Petugas jaga pintu masuk tol gate Pangandaran tampak sibuk melayani ribuan pengunjung yang mengantri untuk mendapatkan tiket masuk.

"Jumlah kendaraan roda dua mencapai sekitar 13.269, kendaraan roda empat jenis sedan 1637, jenis bis kecil dan kijang 6.106 , L300 87, bus kecil 162, bus sedang 87 dan bus besar 64,” sebut Undang.

Dari data yang diberikan Ketua Tim Khusus Retribusi Pantai Pangandaran Dadan Sugistha, hari kedua jumlah pengunjung yang masuk ke Pantai Pangandaran sebanyak 106.160, untuk turis mancanegara kosong.

Rekayasa arus lalu lintas sudah diberlakukan, dari pantauan di lapangan, di beberapa titik ruas jalur menuju pantai ada kemacetan tetapi masih terpantau ramai lancar.

Terkait keamanan, Pangandaran juga sudah menyiapkan Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista). Pasukan ini terus melakukan pengawasan di pesisir pantai Pangandaran.

Ketua Balawista Kabupaten Pangandaran, Heri Haerudin mengatakan, hingga saat ini belum ada peristiwa kecelakaan laut (Lakalaut). Hanya saja, kata dia, ada sekitar 25 kasus anak hilang yang terpisah dari orang tuanya.

"Namun semua sudah ditangani dan si anak sudah bertemu dengan orangtuanya kembali," ujarnya.

Masih di katakan Heri, hari ini pihaknya terus memberi peringatan-peringatan dan memantau melalui pengeras suara yang terpasang di tiap-tiap Pos Balawista.

"Alhamdulillah kasus anak hilang atau terpisah dengan rombongan sudah dapat ditangani 100 persen. Cuma kalau barang-barang milik pengunjung yang hilang seperti dompet dan kunci masih ada yang belum di ambil pemiliknya di kantor Balawista yang ditemukan oleh petugas," pungkas Heri.

Dari pantauan di lapangan, Pantai Pangandaran mulai dari Pos 1 Cagar Alam hingga ke sebelah barat, yakni Pos 5 Taman Sunset ramai oleh wisatawan. Cuaca cerah dan ombak landai sementara arus lalu lintas masih ramai lancar.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung mengatakan, pengelola tempat wisata harus melakukan beberapa persiapan. Meliputi pemeriksaan dan pengadaan rambu-rambu keselamatan. Juga peralatan penyelamatan serta kebutuhan obat-obatan.

"Angka kecelakaan dan risiko-risiko lainnya pada wisatawan saat berlibur di pantai harus terus dikurangi," ujar Adella.

Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan menjelaskan pengelola Pantai Pangandaran harus memastikan wisatawan tidak berenang terlalu jauh. Atau, berenang di luar zona aman.

“Wisatawan sebaiknya menaati betul rambu larangan tertera di sepanjang pantai. Bila ada larangan berenang taatilah, jauhi. Segera laporkan ke petugas yang berjaga bila ada wisatawan lainnya yang berenang di daerah larangan,” katanya. Wawan juga meminta agar para orangtua mengawasi anak-anak.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya senang, para pengelola bisa memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan selama menikmati liburan.

"Pengelola tempat wisata (seperti pantai pangandaran) harus memastikan dan mengutamakan keselamatan para pengunjung. Mereka harus dipastikan bisa menikmati destinasi," kata Menpar Arief Yahya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini