nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Grandfinal MasterChef Indonesia, Ketika Kai dan Fani Harus Tiru Masakan Chef Juna

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 09 Juni 2019 19:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 09 298 2064760 grandfinal-masterchef-indonesia-ketika-kai-dan-fani-harus-tiru-masakan-chef-juna-Ydq8X4qXdv.jpg Finalis MasterChef Indonesia. (Foto: Instagram)

PERJUANGAN dua finalis terakhir, Top 2 MasterChef Indonesia Season 5, Kai dan Fani untuk bisa meraih titel bergengsi sebagai juara MasterChef di babak grandfinal pada Minggu 9 Juni 2019 ini tentunya tidaklah mudah.

Pada episode kali ini, dua kontestan tersisa, Kai dan Fani dihadapkan pada tantangan berat yang menjadi sejarah baru dalam gelaran MasterChef. Sebab dihadirkannya dua babak, yang artinya dua tantangan berbeda dari ketiga juri. Chef Juna, Chef Renata, dan Chef Arnold.

Dalam dua putaran babak ini, baik Fani maupun Kai harus mengumpulkan akumulasi point terbanyak. Setiap hidangan diberikan nilai oleh ketiga juri, langsung on the spot.

Di ronde pertama, Kai dan Fani dihadapkan pada tantangan ‘Duplicate Dish’, meniru masakan dari salah satu juri, tepatnya Chef Juna yakni ‘ Lobster Tuturuga’ salah satu masakan khas Indonesia dari Sulawesi Utara, yang dimodifikasi oleh Chef Juna dengan memakai lobster alih-alih penyu yang memang sudah dilabeli ilegal untuk diolah karena termasuk hewan langka yang dilindungi.

Hidangan Tuturuga ala Chef Juna ini, diketahui ada dua komponen penting di dalamnya agar bisa berhasil. Yakni pertama soal tingkat kematangan daging lobster, perhitungan waktu, dan saus dasarnya di mana dua saus masing-masing menyajikan cita rasa yang berbeda. Satu saus dengan rasa pedas, satu saus lainnya lebih bercita rasa asam.

Satu saus dengan rasa pedas, satu saus lainnya lebih bercita rasa asam.

Tentunya sebelum menduplikasi masakan tersebut, para kontestan lebih dahulu menyaksikan cara Chef Juna menyajikan hidangan. Keduanya benar-benar memperhatikan karena keduanya mengaku memang masakan koki bertato tersebut, memang rumit dan menuntut banyak sekali proses memasak.

“Bingung ini dibagi tiga, kenapa dibolak balik,” ungkap Fani

“Chef Juna kan bikin bumbu di satu panci besar, dibalikin lagi, bingung ih takut salah,” tambah Kay.

Selain menyaksikan, Kai dan Fani juga diberikan kesempatan untuk mencicipi masakan tersebut guna mengetahui rasa, tekstur, dan peletakkan komponen.

Setelah selesai menyaksikan dan mencicipi, keduanya diberikan waktu 90 menit untuk menyelesaikan masakan tersebut. Walaupun ada kontestan yang merasa kesulitan untuk menduplikasi.

Meski pada awalnya mengaku cukup kebingungan, untungnya kedua finalis MasterChef Indonesia ini dinilai para juri cukup tenang dan presisi waktu selama proses memasak.

Meskipun Fani dan Kai sama-sama sukses menyelesaikan tantangan ‘Duplicate Dish’ ini tepat waktu. Namun tentunya rasa dan detail masakan dari masing-masing peserta memiliki penilaian berbeda dari para juri.

Baik Chef Juna, Chef Renata, dan Chef Arnold memberikan pendapat berbeda untuk kedua masakan Fani dan Kay. Secara garis besar, hidangan Tuturuga dari Kai dinilai ketiga juri dihidangkan dengan saus yang berkonsistensi kasar dan tingkat kematangan daging lobter yang sedikit berlebihan.

“Saus yang dibagian lobster dan kentang, kasar,” ungkap Chef Juna.

“Bumbunya kurang garam,” imbuh Chef Arnold.

“Ini lobsternya overcook,” tambah Chef Renata.

Sedangkan Tuturuga hasil tangan Fani, walau secara visual persentasi berwarna lebih gelap namun dari segi rasa saus dan tingkat kematangan daging lobster dinilai ketiga juri cukup pas.

“Untuk lobster, bagian tail nya oke terus pedasnya pas di saus yang dengan kentang. In general bentuknya bagus,” nilai Chef Juna.

“Lebih creamy, mungkin ini penggunaan santannya jauh lebih banyak dibandingkan punya Fani. Konsistensi sausnya lebih halus,” tambah Chef Renata.

“Jellynya terlalu manis, bumbu di bagian bawangnya over fried. Persentasi lobster lebih gelap,” papar Chef Arnold.

Hingga berita ini dibuat, pemenang dari round 1 ini belum diumumkan oleh para juri. Mengingat babak kedua, yakni tantangan ‘Duplicate Dish’ dari Chef Renata langsung digelar.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini