nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Grandfinal MasterChef Indonesia, Es Krim Buatan Chef Arnold Jadi Penutup

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 09 Juni 2019 21:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 09 298 2064790 grandfinal-masterchef-indonesia-es-krim-buatan-chef-arnold-jadi-penutup-hMXFscP5XV.jpg Finalis MasterChef Indonesia. (Foto: Instagram)

DI babak ketiga Grandfinal Masterchef Indonesia Season 5, Kai dan Fani harus menyelesaikan 3 tantangan dari juri. Keduanya ditantang untuk membuat ulang masakan para juri..

Kali ini, kedua finalis MasterChef Indonesia Fani dan Kai ditantang untuk mereplika dessert buatan Chef Arnold yang diberi nama "Bubble Tea". Panganan manis ini adalah menu es krim yang kalau dilihat sekilas mudah dibuat, tapi ternyata saat proses pembuatan banyak item yang mesti diperhatikan.

Dalam proses pembuatan menu ini, beberapa kontestan yang sudah gugur memberi komentar sedikit siapa yang bakal paling mungkin mendapatkan penilaian bagus. Menurut Daniar, Kai yang lebih berpeluang menang karena station dia paling bersih dan tahapan dilakukan dengan sangat rapi.

"Kai lebih rapi dalam melakukan tahapannya dan station dia lebih bersih. Terus, dia kalau menjawab saat interview lebih percaya diri dibandingkan Fani," kata Daniar saat ditanya Chef Renatta Moeloek.

Sementara itu, Fani mengaku kalau dirinya sangat semangat melewati tantangan membuat "Bubble Tea" ini. Hal itu salah satunya berkat semangat yang diberikan Eline kepadanya dari atas stage.

Chef Arnold menjelaskan kalau penilaian yang bakal diberikan kepada dua grandfinalis ini

"Aku seneng banget banyak temen-temen yang semangatin. Eline semangatin aku dan aku seneng banget," kata Fani dalam momen tersebut.

Di sisi lain, Chef Arnold menjelaskan kalau penilaian yang bakal diberikan kepada dua grandfinalis ini akan ditotal dari 3 babak rintangan yang mereka lalui.

"Saya yakin kalau nanti nilainya pasti berbeda. Kami akan menilai sangat jujur dan kewajiban kami juga untuk memberikan poin untuk Kai dan Fani," terangnya.

Ada momen menarik di babak ketiga ini. Adalah saat Kai mengalami kesulitan memasukan tabung ke dalam sebuah wadah aluminium. Melihat Kai kesusahan, Chef Juna mendatanginya dan memberikan kesepakatan menarik. "Kalau aku bisa masukin, dan kamu misalnya menang, aku bagi ya uang menangnya," kata Chef Juna.

Hal ini membuat Kai tertawa. Dia pun memberi tawaran lanjutan ke Chef Juna. "Kalau Chef Juna nggak bisa gimana?" Ucapnya. Juri Masterchef ini pun menjawab, "Yaudah nggak bisa. Ribet banget!" tegasnya sambil memasukkan tabung ke wadahnya. Ya, Chef Juna bisa!

Penilaian pun berlangsung. Dish buatan Kai yang pertama kali dicicipi. Sebelum dicoba, Kai mesti men-serving dessert tersebut di depan tiga juri. Setelah itu baru kemudian dessert "Bubble Tea" dijajal.

Untuk Kai, dessert buatannya menurut Chef Juna sangat flat. "Ini flat! Every componen sama, sangat monoton," tegasnya tanpa basa basi. Sementara itu, Chef Arnold menilai dessert Kai itu tidak ada rasa asinnya di es krim gelatto. Dia menilai Kai tidak memberikan garam di es krim buatannya.

Selain itu brown sugar dan gelatto yang dibuat Kai pun dinilai kurang maksimal. Ini pun diakui Kai. "Saat pembuatan brown sugar kurang dimasak lama jadi warnanya tidak segelap dessert buatan Chef Arnold," aku Kai.

Sementara untuk penilaian Fani, juri ternyata lebih bersahabat. Padahal Fani mengaku kalau dirinya baru pertama kali membuat dish "Bubble Tea" ini. Meski tampilan dish-nya kurang estetik. Kurang elok.

"Es krim gelatto Fani terlalu gelap tapi lebih ada rasa si Thai Tea-nya," kata Chef Renatta. Namun, Chef Renatta menilai kalau urusan kesan salted di gelatto Fani masih kurang terasa. "Walau begitu, rasanya lumayan pekat," tambah Chef Arnold.

Dari babak ketiga ini, sepertinya Fani mengungguli dibanding Kai. Tapi, bagaimana pun poin total menjadi penentu. So, siapa yang bakal menjadi winner di Grandfinal Masterchef Indonesia Season 5?

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini