nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Banyak Desainer Asing Incar Pasar Fashion di Indonesia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 10 Juni 2019 13:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 10 194 2064894 ini-alasan-banyak-desainer-asing-incar-pasar-fashion-di-indonesia-GHNaOHLwS8.jpeg Desainer asing incar peminat fashion di Indonesia (Foto: M. Sukardi/Okezone)

FASHION Indonesia ternyata jadi pusat perhatian banyak negara tetangga, salah satunya karena modest fashion yang bisa dibilang sangat 'booming' di negara ini. Itu kenapa harapan 2020 Indonesia bisa menjadi pusat modest fashion dunia sangat besar dan banyak pihak memercayainya. Tak terkecuali desainer dari luar negeri.

Membahas hal ini, Okezone coba mewawancarai dua desainer asing untuk mengetahui seberapa berpengaruh Indonesia untuk tren modest fashion dan khususnya membahas pasar asing di Indonesia yang kini makin menjamur dan punya pasarnya.

Pada Okezone, Desainer Filipina Mohammad Ali L. Taug menjelaskan kalau Indonesia adalah negara yang sangat bervariasi dan kedekatan budaya menjadi alasan lain kenapa dia yakin brand-nya "Mac Taug" dapat diterima di Indonesia.

 

Salah satu kesamaan itu terdapat dalam fabric yang dikenal dengan nama Inaul. Bahan ini berdasar penjelasan Taug serupa dengan tenun dan warna yang dia pilih lebih vibrant karena dia yakin warna tersebut membawa energi positif dan semangat buat pemakainya.

"Inaul ini saya jadikan statement dalam koleksi saya dan saya rasa pasar Indonesia masih bisa menikmatinya, terlebih banyak kultur Filipina dan Indonesia yang serupa. Jadi, ya, saya sangat positif banyak warga Indonesia yang suka," katanya saat ditemui di Closing Ramadan Runway 2020 Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu 9 Juni 2019.

Selain karena kultur yang tak jauh berbeda, Taug menjelaskan kalau masyarakat Indonesia sangat mencintai kultur dan budayanya.

"Batik menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya bisa sangat besar di sini dan masyarakat bangga mengenakannya. Karena itu, saya rasa persamaan ini bisa menjadi kekuatan saya untuk bisa besar di Indonesia," papar desainer ini.

Bahkan, Taug menjelaskan kalau desainer Indonesia itu adalah role model bagi banyak desainer negara Asia. Ini terlihat jelas dari tren modest fashion yang semakin besar setiap tahunnya. "Banyak desainer hebat dari Jakarta dan kami desainer luar sangat bangga bisa tukar pikiran di sini," sambungnya.

Sejalan dengan Desainer Filipina Mac Taug, Desainer Malaysia Calvin Thoo pun merasa patriarki yang begitu besar di Indonesia membuat dirinya yakin kalau koleksi buatannya yang biasa dipakai anggota kerajaan Kelantan Malaysia itu dapat dinikmati di Indonesia.

"Indonesia itu negara patriarki dan dengan begitu, fashion dapat tetap bertahan dan dapat menjadi sangat luas dampaknya bagi pihak lain. Indonesia itu negara yang sangat kaya dan beragam budaya dapat ditemukan di setiap wilayah dan keragaman ini yang membuat koleksi Calvin Thoo dapat diterima," papar Calvin.

 Karya Calvin Tho

Dia menambahkan, selain itu tentu kultur budaya yang sama menjadi kekuatan lainnya. Dalam pagelaran fashion show ini, Calvin memperlihatkan bagaimana baju kurung dan kebaya khas Malaysia tak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia bahkan sarat akan touch of modern.

So, merasa kurang bangga dengan bangsa sendiri? Pikir ulang, ya. Orang asing saja bangga dengan Indonesia!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini