nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beredar Pesan Bahan Kimia pada Laundry Dry Cleaning Jadi Penyebab Kanker Ani Yudhoyono, Ini Penjelasan Ahli!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 09:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 11 481 2065178 beredar-pesan-bahan-kimia-pada-laundry-dry-cleaning-jadi-penyebab-kanker-ani-yudhoyono-ini-penjelasan-ahli-txg95aHEqK.jpg Ani Yudhoyono Melawan Kanker Darah Dirawat di RS Singapura (Foto: Instagram)

Belum lama ini beredar sebuah pesan berantai tentang bahaya dry cleaning yang digadang-gadang dapat memicu timbulnya kanker darah. Hal ini tidak terlepas dari kandungan zat kimia pada cairan yang digunakan untuk melakukan proses dry cleaning.

Isi pesan tersebut juga menyinggung tata cara memakai pakaian atau benda yang baru saja melewati proses dry cleaning. Konsumen dianjurkan langsung membuka plastik yang membungkus pakaian, lalu membentangkan pakaian di atas kursi atau meja selama kurang lebih 1 malam untuk menghilangkan zat kimia yang berasal dari cairan dry cleaning.

Agar proses pelepasan zat kimia berjalan sempurna, konsumen disarankan menggunakan kipas angin yang langsung membidik ke arah pakaian. Selain itu, konsumen juga diimbau untuk menghindari penggunaan langsung pakaian yang baru melewati proses dry cleaning laundry.

Ani Yudhoyono in memorian

Menariknya, isi pesan singkat ini menyebutkan bahwa kasus kanker leukimia yang diidap almarhumah Ani Yudhoyono dicurigai disebabkan oleh paparan zat kimia dari dry cleaning. Berikut isi pesan tersebut.

"PERLU DI KETAHUI OLEH SELURUH ANGGOTA KELUARGA :

Semua cucian DRY CLEAN dari Laundry yg di ambil BAJU, CELANA, JACKET, PAKAIAN DINGIN, BED COVER, SPREI, SARUNG BANTAL, setelah diambil dari LAUNDRY dibawa pulang ke rumah, sewaktu mau di pakai harus di buka dulu kantong balutan plastik nya yang dari Laundry, bed cover nya di buka dulu, di lebar kan di atas kursi 1 malam biar sisa2 dari zat kimia yang dari DRY CLEAN MENGUAP, atau pakai kipas angin di hembus dulu, kemudian baru di pakai..

INGAT JANGANLAH LANGSUNG BUKA PLASTIK NYA DAN LANGSUNG DI PAKAI, KARENA BAHAN CAIRAN KIMIA YANG DI PAKAI UTK DRY CLEANING MENGANDUNG BAHAN KIMIA YANG KERAS/ TOXIC...

Kanker Darah yang di idap oleh ibu Ani istri nya SBY sudah di curigai berasal dari pakaian DRY CLEANING,".


Untuk mengonfirmasi kebenarannya, Okezone melakukan wawancara khusus dengan dokter spesialis kanker dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr, dr. Andhika Rachman, SpPD-KHOM.

Menurutnya, penyebab leukimia tidak bisa ditebak karena sifatnya yang multi cause (banyak faktor). Faktor-faktor pemicunya bisa jadi karena medan magnet (radiasi), medan listrik, konsumsi obat atau jamu yang mengandung zat kimia, dan masih banyak lagi. Untuk kasus Ani Yudhoyono sendiri, Andhika menegaskan bahwa penyebabnya adalah faktor usia.

"Kalau Ibu Ani itu murni karena faktor usia, puncak kanker leukimia itu biasanya terjadi pada usia 63-74 tahun. Pada lansia, kemungkinan terburuk dari kanker ini jauh lebih besar," terang Andhika saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, Selasa (11/10/2019).

Bila kembali dikaitkan dengan paparan zat kimia yang berasal dari dry cleaning, Andhika menegaskan bahwa kemungkinannya sangat kecil. Sejumlah penelitian memang telah membuktikan kandungan zat kimia pada cairan yang digunakan pada dry cleaning diklaim dapat memicu pertumbuhan sel kanker pada hewan. 

Namun perlu digaris bawahi bahwa, penelitian tersebut belum dapat membuktikan apakah efeknya akan sama pada manusia. 

"Isu seperti ini sangat sensitif, sama dengan penelitian obat, belum tentu bagus di manusia, tapi terbukti ampuh saat diuji pada hewan. Ini bisa jadi karena jumlah dosisnya, dan berapa lama efeknya akan bertahan. Begitu pula pada proses dry cleaning," tegasnya. 

Andhika menambahkan, penyebaran sel kanker bisa melalui sel kulit, saluran pernapasan, saluran pencernaan, atau melalui se darah. Kendati demikian, kecenderungannya akan sangat kecil bila dikaitkan dengan zat kimia pada dry cleaning. 

"Sebagian orang kan menyimpan baju mereka di lemari terlebih dahulu. Jadi kita tidak tahu pasti apakah ada proses ionisasi yang menguapkan zat kimia, atau masih tersisa pada pakaian. Kemungkinannya pasti ada, tapi jumlahnya tentu tidak akan terlalu banyak," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini