nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Unik, China Produksi Minuman Bir Menggunakan Batang Bambu

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 19:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 12 298 2065782 unik-china-produksi-minuman-bir-menggunakan-batang-bambu-ej6WiFDoF9.jpg Bir bambu asal China (Foto: Odditycentral)

ALIH-alih menggunakan peralatan modern, produsen minuman keras asal China memproduksi minuman bir dan wine menggunakan pohon bambu yang masih tumbuh subur.

Dilansir Okezone dari OddityCentral, Rabu (12/6/2019), teknik ini sebetulnya telah lama digunakan karena dinilai ampuh menghasilkan minuman beralkohol yang berkualitas, dan mampu menarik perhatian wisatawan. Produsen minuman keras dari China ini menggunakan teknik injeksi tekanan tinggi untuk mengisi bagian batang bambu yang masih hidup dengan rice wine atau sorgum. Batang pohon lalu dibiarkan ‘matang’ selama beberapa bulan hingga satu setengah tahun.

Selama periode tersebut, rice wine dan sorghum akan diinfus dengan getah bamboo dan flavone (cairan yang dilepaskan secara alami oleh batang pohon bambu). Cara ini diklaim dapat mengeluarkan aroma dan rasa yang khas dari minuman itu sendiri. Beberapa produsen menyebut, teknik injeksi ini juga memiliki sifat detoksifikasi serta dapat menurunkan kadar alkohol, mengingat tanaman menyerap sebagian kandungannya.

Bir dari bambu

Selain menghasilkan sensasi rasa yang unik, para wisatawan rupanya juga tertarik dengan tata cara ‘memanen’ bir yang sangat unik. Para brewer biasanya akan mengetuk-ngetuk batang bambu untuk mencari pohon yang siap untuk dipanen. Bila sudah menemukan pohon yang tepat, mereka akan membuat sebuah lubang kecil untuk menuangkan air ke dalam gelas kaca.

Proses inilah yang sangat dinantikan para wisatawan. Mereka bisa meminum langsung racikan bir atau wine setelah pohon dipanen. Wistawan juga diperkenankan untuk memilih dan memotong sendiri batang bambu yang mereka inginkan.

Selidik punya selidik, teknik produksi ini awalnya dikembangkan di Provinsi Fujian, China, lalu berkembang hingga diadopsi oleh penduduk dari daerah lain seperti Guangxi dan Sichuan. Sayangnya, produksi bir bambu diklaim masih sangat terbatas. Para produsen hanya mampu menghasilkan beberapa puluh ribu liter bir per tahun. Namun mengingat permintaan konsumen terus meningkat, pihak produsen mencoba untuk memproduksi lebih banyak lagi bir bambu untuk memenuhi permintaan tersebut.

Bagaimana Okezoners, tertarik untuk mencobanya? Bir bambu dari China dijual seharga 500 yuan atau sekitar Rp1 juta per batang bambu. Meski tergolong mahal, banyak wisatawan yang rela merogoh kocek cukup dalam untuk merasakan manfaat kesehatan dari bir bambu tersebut.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini