nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Roti Widoro Khas Sukoharjo Eksis sejak 1922

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 22:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 12 298 2065791 roti-widoro-khas-sukoharjo-eksis-sejak-1922-QBPjncS79A.jpg Roti Khas Sukoharjo (Foto: Youtube)

Setiap wilayah memiliki kuliner khas yang legendaris, seperti Roti Widoro di Sukoharjo. Masyarakat Sukoharjo tentu sudah tak asing lagi dengan Roti Widoro yang diproduksi di Dusun Widoro, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Resep Roti Widoro diciptakan oleh Mbah Wongsodinomo yang pernah menjadi koki di Keraton Solo. Usaha Roti Widoro dirikan sejak 1922 yang masih eksis sampai sekarang. Keunikan roti ini terletak pada komposisi gula pasir dan telur bebek dalam jumlah banyak.

elur bebak dipilih karena mengandung protein yang lebih tinggi dari telur ayam. Sementara gula pasir berfungsi sebagai pemanis sekaligus pengawet alami. Menariknya lagi, adonan Roti Widoro dicampuri kulit jeruk purut agar lebih tahan lama.

Dalam video Solopos TV yang diunggah di Youtube, Rabu (12/6/2019), pengelola usaha Roti Widoro, Anto, menjelaskan, kuliner khas Sukoharjo tersebut mampu bertahan sekitar 10 hari. Dalam sehari, rumah produksi yang dikelola Anto mampu menghasilkan sekitar 4.000-an biji Roti Widoro.

“Roti Widoro ini diproduksi sejak 1922 oleh Mbah Wongsodinomo. Resepnya beliau dapatkan saat menjadi koki di Keraton Solo. Saat itu Mbah Wongsodinomo diminta mendirikan usaha Roti Widoro di rumah,” terang Anto.

Proses pembuatan Roti Widoro cukup unik. Sebab, pencampuran tepung terigu dengan bahan lainnya dilakukan secara manual menggunakan seikat lidi. Selanjutnya, roti dipanggang dalam tiga tahap agar matang sempurna. Setelah matang, roti diberi hiasan berupa tulisan yang menjadi ciri khas. Hiasan tersebut terbuat dari campuran gula dan putih telur.

Harga Roti Widoro cukup terjangkau, yakni Rp5.000 per potong. Roti Widoro biasa diburu pembeli sebagai oleh-oleh. Keawetannya menjadikan Roti Widoro digemari dan sering dijadikan buah tangan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini