nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Basmi Nyamuk Tanpa Fogging, Ini 6 Langkah yang Bisa Diterapkan

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 16:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 12 481 2065651 basmi-nyamuk-tanpa-fogging-ini-6-langkah-yang-bisa-diterapkan-4y398kFpsf.jpg Basmi nyamuk tanpa fogging (Foto: Ist)

NYAMUK merupakan hewan yang tidak dapat diremehkan. Meski memiliki postur tubuh yang tidak seperti kambing atau ayam, namun nyamuk bisa berbahya dari kedua binatang tersebut. Penyakit hasil gigitan nyamuk juga berfariatif, mulai dari serangan diare, kaki gajah, sampai demam berdarah.

Namun taukah anda bahwa membasmi nyamuk tidak harus menyewa petugas fogging ? Belum lama IKA PGKP, Ikatan Alumni Pendidikan Guru Kejuruan Pertanian angkatan 1979 - 1996, menemukan cara untuk membasi nyamuk dengan cara yang cukup unik. Mereka sudah mencobanya di rumah dan di hotel-hotel. Menurutnya, mereka sudah 8 tahun tidak pernah fogging dan tidak pernah lagi mempunyai masalah dengan nyamuk. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Tampung air, boleh air sumur, air hujan atau air PDAM di ember bekas cat atau apa saja. Taruh di tempat yang disukai nyamuk, seperti tempat yang agak gelap, pojok atau sekitar pohon.

2. Tunggu selama 6 hari, kemudian saring air tersebut menggunakan saringan teh, maka akan banyak terlihat jentik nyamuk.

3. Buang jentik tersebut ke dataran kering agar mati, atau jadikan pangan ikan.

 Nyamuk

4. Air bekas saringan letakan kembali di tempat yang sama.

5. Diamkan kembali selama 6 hari, kemudian lakukan seperti poin ke 2, maka hasilnya akan lebih banyak dari minggu pertama.

6. Setelah di saring airnya diletakan pada tempat yang sama, begitu seterusnya. Puncak jumlah jentik biasanya, minggu ke 3 dan ke 4, setelah itu jentik akan terus berkurang, karena populasi nyamuk semakin berkurang.

Yang harus di garis bawahi adalah, air yang digunakan haruslah sama, tidak boleh berubah - ubah. Karena air tersebut sudah mengandung unsur yang mengundang nyamuk untuk bertelur disana. Akan tetapi jika airnya berkurang, bisa ditambahkan. Kemudian harus disaring pada hari ke 5 atau ke 6, karena jika tidak jentik tersebut bisa menjadi nyamuk.

Ikatan Alumni PGKP IPB juga menghimbau agar melakukannya secara serentak dan masal di setiap RT dan RW untuk mengusir nyamuk. "Begitu yang kami lakukan sehingga tidak perlu fogging yang notabenenya kurang bagus untuk manusia dan binatang peliharaan." Ujar Bahri Saif, perwakilan IKA PGKP.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini