Nasib Perokok Pasif, Bisa Kena Kanker Paru dan Juga Usus Besar

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 13 481 2065942 nasib-perokok-pasif-bisa-kena-kanker-paru-dan-juga-usus-besar-SrgCbGOJ88.jpg Ilustrasi perokok pasif (Foto: Shutterstock)

"Anjuran untuk mengontrol berat badan dengan konsumsi daging merah yang berlebihan dan tidak konsumsi buah karena mengandung karbohidrat merupakan anjuran yang menyesatkan," tegasnya.

Beberapa faktor risiko lain adalah kegemukan, kurang bergerak, dan peminum alkohol. Ada beberapa faktor risiko yang tidak bisa berubah adalah umur, di mana usia di atas 50 tahun menjadi batasan umur untuk memulai skrining.

Faktor genetik berupa riwayat kanker atau polip usus pada keluarga, riwayat penyakit radang usus kronis (inflammatory bowel disease/IBD) sebelumnya, riwayat penyakit kencing manis atau diabetes mellitus merupakan faktor risiko yang juga harus diantisipasi.

Dokter Ari melanjutkan, penyakit ini awalnya tanpa gejala, oleh karena itu buat masyarakat yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kanker usus besar, sangat disarankan untuk rutin kontrol ke dokter. Akan dilakukan pemeriksaan skrining untuk mendeteksi secara dini penyakit ini.

 sakit perut

Bicara mengenai gejala, kasus penyakit kanker usus besar yang sering timbul ialah buang air besar berdarah, pola defekasi yang berubah baik mudah diare atau sembelit secara bergantian, sakit perut berulang, berat badan turun, pucat tanpa sebab yang jelas, bahkan apabila teraba ada benjolan di perut, merupakan gejala kanker usus besar.

"Pemeriksaan kolonoskopi dan dilanjutkan dengan biopsi merupakan metode utama untuk menemukan kanker usus ini pada usus Anda," tambah dr Ari.

Kemudian, apakah penyakit ini dapat diatasi?

Menurut paparan dr Ari, penyakit kanker ini bisa dicegah dan diobati. Semakin dini ditemukan, semakin baik prognosisnya. Jika kasus kanker usus besar ini ditemukan pada stadium awal, maka harapan hidup 5 tahunnya mencapai 92 %.

"Sebaliknya, jika kanker usus ini ditemukan pada stadium IV atau lanjut, maka harapan hidup 5 tahunnya hanya tinggal 12 %," ungkapnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini