nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Barbie Kumalasari Ngaku Kuat Berhubungan Seks 8 Kali Sehari, Apa Dampak Hiperseks?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 13:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 13 485 2066041 barbie-kumalasari-ngaku-kuat-berhubungan-seks-8-kali-sehari-apa-dampak-hiperseks-cQpJbFjYWK.jpg Barbie Kumalasari (Foto : Instagram)

Barbie Kumalasari membuat geger publik. Pernyataannya belum lama ini terkait dengan aktivitas ranjang bikin semua orang terkejut. Pada awak media, perempuan yang dikabarkan bersiteru dengan Nikita Mirzani itu mengaku seks 8 kali per hari!

Pengakuan Barbie Kumalasari tentu sangat luar biasa tentunya. Sebab, untuk bisa melakukan seks 3 kali saja pastinya perlu kesehatan dan kebugaran fisik yang prima. Tidak hanya itu, waktu yang diperlukan pun pastinya cukup panjang dan butuh kesiapan diri yang matang melakukan seks sepanjang itu. Bahkan, beberapa orang bilang dengan jumlah segitu, sudah bisa dikatakan hyperseks!

Tapi, apa makna dari hyperseks itu sendiri? Dan bagaimana pengaruhnya ke si pelaku?

Dilansir Okezone dari Metro, tanda-tanda hiperseksualitas dapat mencakup masturbasi berlebihan, terobsesi pada seks sampai-sampai mengganggu kehidupan, menghabiskan banyak waktu merencanakan aktivitas seksual, memiliki banyak urusan, dan sering menonton pornografi.

barbie kumalasari

Namun, Dr Anand Patel, seorang spesialis fungsi seksual, menjelaskan ada perdebatan di antara dokter tentang apakah gangguan hiperseksual adalah kondisi klinis yang sebenarnya atau tidak.

Dia menjelaskan, penelitian menunjukkan antara 3 hingga 6 persen perempuan hiperseksual dengan laki-laki lebih mungkin dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Tetapi bagaimana Anda membedakan antara seseorang yang menikmati banyak seks dan seseorang yang menderita kecanduan seks? Bagaimana dengan Barbie Kumalasari?

Dr Patel menjelaskan, ketika hyperseks itu dikatakan gangguan ketika mengganggu kehidupan pribadi dan pekerjaan Anda dan bertahan lebih dari enam bulan menyebabkan tekanan yang signifikan.

"Jadi tidak perlu bingung dengan memiliki selera seksual yang tinggi, aktivitas seksual atau tidur dengan banyak orang dan ini tidak memiliki dampak buruk pada kehidupan mereka," katanya.

Gangguan hiperseksualitas dapat dibagi menjadi tiga elemen klinis: fantasi seksual berulang, dorongan seksual berulang, dan perilaku seksual berulang.

"Perilaku ini kompulsif dan sering mengganggu secara terus menerus, termasuk risiko terhadap kesehatan psikologis dan fisik misalnya dalam bentuk masalah kesehatan seksual dan trauma," kata Dr Patel.

Meskipun sebagian besar orang melaporkan kepuasan dari perilaku seksual, rasa bersalah atau penyesalan sering mengikuti perilaku ini. "Biasanya pasien berasal dari riwayat kecanduan keluarga, dari bahan kimia hingga seksual atau perjudian," tambah dia.

Siapa pun yang percaya bahwa mereka mungkin menderita kelainan hiperseksualitas harus berbicara dengan dokter mereka dan mencari terapi, kelompok pendukung atau obat-obatan untuk membantu mereka mengatasinya.

Dr Patel melanjutkan, kondisi neurologis tertentu dan obat-obatan atau obat-obatan terlarang dapat menyebabkan jenis perilaku bermasalah ini sehingga perlu disingkirkan. "Kalau tidak, perawatan memerlukan terapi psikologis atau psikoseksual khusus untuk mengobati perilaku kompulsif," sarannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini