nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Penyakit Sangat Langka, Perempuan Cantik Ini Terlahir Tak Punya Miss V

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 10:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 14 196 2066355 kena-penyakit-sangat-langka-perempuan-cantik-tak-punya-lubang-miss-v-sejak-lahir-7tWyKScwfe.jpg Sabine Boghos. (Foto: The Sun)

MEMILIKI tubuh yang sempurna adalah harapan setiap orangtua ketika anaknya dilahirkan. Terlebih alat repoduksi seperti seperti Miss V atau Mr P.

Tapi tidak dengan Sabine Boghos. Dia harus menerima kenyataan kalau dia terlahir tanpa alat kelamin yang layak. Pasalnya, Miss V yang dia miliki tidak memiliki lubang yang cukup besar, sebatas untuk pipis saja kecil.

Hal ini pun baru dia ketahui pada usia 16 tahun, karena dia belum juga haid atau menstruasi. Kondisi ini membuat dirinya stres. Dia pun sempat pergi ke dokter untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya, kenapa dia tidak haid sampai usia remaja?

Tapi, yang dia dengar dari dokter sungguh sangat mengejutkan. Dari hasil pemeriksaan dokter memvonis bahwa Miss V Sabine hilang! "Saya tahu ada sesuatu yang tidak beres ketika saya tidak mendapatkan siklus menstruasi saya pada usia 16,” katanya dikutip Okezone dari The Sun.

Baca Juga: 5 Potret Seksi Nora Alexandra, Tunangan Jerinx SID yang Memikat


Dokter pun merekomendasikan beberapa vitamin untuk dikonsumsi.

Awalnya, dokter menyebut alasan Sabine belum juga mendapatkan menstruasi karena berat badannya kurang, kekurangan vitamin, atau lainnya. Dokter pun merekomendasikan beberapa vitamin untuk dikonsumsi.

"Tidak lama setelah itu, saya didiagnosis menderita kista ovarium besar. Saya harus menjalani operasi darurat untuk mengangkatnya dan saat itulah mereka mengetahuinya," jelas dia.

Sabine yang sekarang tinggal di Dubai, mengatakan ketika orangtuanya menjelaskan masalah yang dia hadapi, mereka bahkan tidak tahu nama penyakitnya.

"Saya hancur dan bingung (ketika divonis tak punya miss V). Saya tidak memahami masalah itu sepenuhnya, dan saya belum siap untuk itu. Rasanya benar-benar tidak adil dan maslaha ini menjatuhkan saya untuk waktu yang lama,” keluhnya.

Sabine didiagnosa mengalami kondisi yang disebut dengan sindrom MRKH (Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser), di mana masalah ini hanya mempengaruhi 1 dari 5.000 perempuan. Meskipun tidak mengancam jiwa, Sabine mengatakan kalau itu mengubah hidupnya.

Dia harus rutin mengikuti terapi untuk membantunya mengatasi konsekuensi mental dari diagnosisnya. Selain itu, ini berarti dia juga tidak bisa berhubungan seksual, kecuali dioperasi.

Ditambah lagi, konsidi perempuan berusia 26 tahun tersebut diketahui banyak temannya. Bukannya menghibur, mahal banyak yang melayangkan bully-an kepadanya.

Meski sindrom ini menutup kemungkinan Sabine untuk memiliki anak, selain karena lubang Miss V yang hampir tak ada, rahimnya pun tak terbentuk sempurna. Tapi, tetap ada pria yang mau meminangnya.

Tapi, tetap ada pria yang mau meminangnya.

Memang, kanalis Miss V Sabine terlalu sempit sehingga dokter bedah harus memotongnya agar dilator yang digunakan sebagai bahan uji dapat masuk ke Miss V, sebelum akhirnya dia bisa berhubungan seksual secara alamiah dengan suaminya.

"Saya berencana untuk segera melakukannya, kemungkinan besar di bulan mendatang karena kami merencanakan pertunangan segera. Proses menggunakan dilator akan memakan waktu beberapa bulan untuk membuat kanal sedikit lebih luas," papar Sabine.

Sayangnya, ada beberapa hal yang tidak bisa dibantu oleh ahli bedah, yakni Sabine tidak akan pernah bisa mengandung. Kabar ini tentu membuatnya sedih. Dia merasa tak sempurna lagi sebagai seorang perempuan. "Berita itu bagi saya sangat memilukan dan tidak adil," katanya.

Tapi ada cara lain untuk menjadi ibu. Ya, opsi surrogacy bisa dia coba. Sebab, ovariumnya masih ada. Selain itu, upaya lain yang bisa dicoba ialah transplantasi uterus penuh. "Tetapi ini baru dan masih dalam tahap pengujian," paparnya.

Selain dua opsi tersebut, opsi adopsi anak menjadi hal paling logis bagi Sabine. Di Dubai sendiri, ibu pengganti masih ilegal dan Sabine tidak dapat melakukan transplantasi karena saluran vaginanya masih belum lengkap. Jadi, adopsi sepertinya merupakan opsi yang paling mungkin.

Dia pun menyarankan wanita yang mengalami sindrom MRKH untuk lebih terbuka. Pasalnya, dibutuhkan banyak dukungan untuk membuat wanita sanggup melewatinya.

Jadi, adopsi sepertinya merupakan opsi yang paling mungkin.

"Saya merasa itu adalah hal yang sangat buruk jika seorang wanita tidak bisa hamil. Tapi, itu sulit dan berurusan dengan itu membutuhkan banyak dukungan. Kita perlu memberi lebih banyak perhatian pada masalah MRKH dan membuat gadis-gadis yang memiliki kondisi ini merasa aman dan oke untuk membicarakannya,” jelas dia.

"Tidak apa-apa untuk merasa sedih, buka saja dan minta orang-orang di sebelah Anda siap membantu Anda. Jangan menyimpannya untuk dirimu sendiri. Percaya pada orang-orang yang mencintaimu dan peduli untukmu membantu akan jauh lebih membuat Anda kuat dibandingkan menyimpannya sendiri," tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini