nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Ciri Khas Anak yang Hidup di Jakarta, Kamu Termasuk?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 15 Juni 2019 05:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 14 196 2066638 3-ciri-khas-anak-yang-hidup-di-jakarta-kamu-termasuk-Wn59VFmR8d.jpg Meeting di Cafe (Foto : Youworkthem)

Hidup di Jakarta keras, bung! Pernyataan ini bukan isapan jempol belaka, sobat. Memang benar, ketika Anda memutuskan untuk menetap dan mengejar karier di ibu kota, maka Anda mesti merasakan peliknya kehidupan.

Memang, setiap orang mengalami masalah, tapi kalau sudah memilih hidup di Jakarta, maka masalah itu bukan sebatas "besok makan apa?" tapi sudah sampai ke "besok tidur di mana?" atau "besok mesti pakai baju apa?"

Masalah yang dihadapi rumit dan terbilang unik. Anda tidak akan menemukan masalah-masalah di Jakarta di tempat lain. Nah, berdasar pengalaman penulis selama bekerja di Jakarta kurang lebih 4 tahun, ada tiga ciri utama anak Jakarta. Penasaran?

1. Pulang kerja tengah malam

Masalah ini sangat khas anak Jakarta. Alasannya beragam, mulai dari mengejar uang lemburan hingga menghindari kemacetan yang sebetulnya tidak ada "lumayan"-nya. Ya, Jakarta akan selalu ramai dan Anda tidak bisa menghindari hal tersebut.

Lalu, apakah pulang tengah malam ini jadi masalah? Mungkin pada awalnya iya, tapi ketika sudah menjadi rutinitas setiap hari, Anda malah akan pengin pulang lebih malam lagi dan waktu 24 jam sehari terasa kurang. Percaya deh!

infografis jakarta

2. Meeting di Cafe

Ciri kedua adalah meeting di cafe atau kedai kopi. Kantor bukan lagi di gedung perkantoran dan rutinitas dilakukan di area yang sama. Tetapi, Anda melakukan pekerjaan sangat dinamis dan sangat fleksibel. Karena itu, anak Jakarta sangat dituntut untuk bisa mengatur waktu dengan tepat sekaligus aktif dalam kesehariannya.

Meeting di cafe menjadi tren sering berkembangnya start-up di ibu kota dan co-working space yang memungkinkan Anda bekerja tidak di kantor utama. Rutinitas ini juga dianggap lebih urban dan lebih memberi kesan santai jika bertemu dengan klien. Tidak salah untuk mencobanya, lho.

meeting cafe

3. No breakfast!

Kebiasaan ini tidak sehat sama sekali. Kita tahu bersama kalau sarapan itu baik untuk konsentrasi dan kesehatan tubuh. Tapi, kebanyakan orang Jakarta melewatkannya. Alasannya? Waktu yang dianggap semakin mepet kalau sarapan.

Banyak anak Jakarta mengabaikan kesehatan demi mendapatkan waktu yang lebih banyak. Mereka akhirnya menyiasati makan berat di waktu jam makan siang. Urusan sarapan, ya, makan gorengan atau bubur ayam saja. Pernyataan ini akan sangat biasa Anda dengar, "Yang penting perut nggak kosong-kosong banget".

So, Anda punya ciri khas anakĀ  yang hidup di Jakarta lain yang bisa dibagikan? Komentar di bawah, ya!

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini