nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tampil di Konser Musik Perbatasan, Personel Band Kotak akan Eksplorasi Kuliner Atambua

Jum'at 14 Juni 2019 06:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 14 298 2066291 tampil-di-konser-musik-perbatasan-personel-band-kotak-akan-eksplorasi-kuliner-atambua-sTYvJmjhs1.jpg Foto: dok.Humas Kemenpar

ATAMBUA – Grup band Kotak bakal beraksi di Konser Musik Perbatasan Atambua (KMPA) 2019 pada 28-29 Juni di Lapangan Simpang Lima, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak hanya itu, Tantri dan kawan-kawan akan memanfaatkan waktu untuk mengeksplorasi kuliner Atambua.

“KMPA 2019 menjadi momentum terbaik Band Kotak bisa mengenal lebih jauh Atambua. Destinasi ini tentu sangat luar biasa, kami tahu ada beragam kuliner Atambua khas di sini, semuanya pasti enak-enak. Kami akan nikmati kuliner-kuliner luar biasa khas Atambua ini,” ungkap vokalis Kotak, Tantri, Kamis (13/6/2019).

Beberapa contoh kuliner khas dan nikmat di sana yakni Aka Bilan, Ut Filun, Ai Uhik Kuhus, Batar Sokur, Ut Moru, Ai Uhik Hoban, hingga Ai Uhik Tunun. Semuanya lezat, seperti Aka Bilan yang merupakan sagu bakar. Bahan bakunya berupa sagu, kelapa parut, kacang hijau, dan garam. Adonan bahan baku itu lalu diletakan pada babilak yang terbuat dari tanah, kemudian dibakar di atas tungku.

Ada juga Ut Filun dengan bahan baku jagung muda. Setelah bijinya dilepas dari tongkolnya, lalu ditumbuk hingga halus. Tumbukan halus ini selanjutnya dibungkus dengan daun jagung, terus dikukus hingga matang. Untuk menyantapnya biasanya ditemani sayur pucuk daun labu. Sayur ini juga familiar sebagai modo rotok toos.

“Kami sangat gembira bisa tampil di Atambua, ada banyak experience yang didapat saat tampil di sana. Kulinernya jelas nikmat, kami merekomendasikan kuliner-kuliner ini pada pengunjung KMPA. Kami secara khusus mengundang masyarakat Timor Leste untuk datang ke Atambua,” terang Tantri lagi.

Daftar kuliner khas Atambua semakin beragam oleh Ai Uhik Kuhus. Kuliner itu terbuat dari tepung singkong kering. Tepung singkongnya dicampur air, parutan kelapa, gula merah, dan diletakan di nyiru. Nyiru merupakan wadah yang terbuat dari anyaman daun lontar. Berikutnya, panaskan air dalam henek atau periuk tanah. Taruhlah adonan dalam kakuhus untuk dipanaskan dengan uap air panas.

“Nama-nama kuliner di Atambua sangat unik, kami penasaran untuk mencobanya. Yang jelas kuliner khas Atambua ini semakin menambah kekayaan nusantara. Hal ini tentu menjadi bukti kalau Indonesia merupakan destinasi terbaik untuk berwisata,” jelas Tantri.

Keunikan kuliner lainnya ditawarkan Batar Sokur yang juga familiar sebagai Jagung Bose. Sesuai namanya, bahan baku utamanya biji jagung. Untuk membuatnya, jagung ditumbuk lalu dibersihkan. Campurkan kacang tanah, hijau, dan turis, lalu direbus selama 3-4 jam lamanya. Untuk lauknya bisa dipilih sambel terasi lengkap dengan teri, tomat, dan cabai.

“Kuliner Atambua tetap menjadi daya tarik tersendiri, semuanya sangat khas. Kuliner-kuliner tersebut memang menyempurnakan Atambua sebagai destinasi wisata. Sebab alam dan budaya di sana sangat eksotis,” timpal Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerin Pariwisata (Kemenpar) Muh. Ricky Fauziyani.

Tanah Timor juga memiliki Ut Moru, kuliner yang terbuat dari tepung jagung halus. Tepung itu dicampur dengan parutan kelapa, lalu digoreng. Namun menggorengnya secara kering tanpa minyak. “Bukan hanya mengenal dan menikmatinya, wisatawan juga bisa belajar cara mengolahnya saat datang ke Atambua. Mari berkumpul di Atambua dan berbagi inspirasi di sana,” papar Ricky lagi.

Kuliner olahan singkong semakin beragam melalui Ai Uhik Hoban. Bahan bakunya potongan singkong kering. Untuk mengolahnya, potongan singkong kering direndam semalaman. Setelah ditiriskan, lalu direbus dalam henek. Cara terbaik menikmatinya dengan ditemani sambel teri, daging ayang, juga ikan segar goreng.

Lebih lanjut, Ai Uhik Hoban juga bisa diolah dengan cara lain. Lama perendaman singkong kering bisa dilakukan selama 5-7 hari. Pemeraman dilakukan dengan memakai bungkusan daun pisang. Tujuannya untuk menjaga kelembaban bahan baku. Pada hari ke-7, bahan baku semakin lengket setelah mengalami proses fragmentasi. Imbasnya, kadar gula meningkat. Cara mengolahnya dengan memanggangnya.

“Experience terbaik selalu ada di Atambua. Atraksi dan kuliner Atambua tentu menjadi paket menarik. Untuk itu silahkan berkunjung ke sana. Apalagi penampilan terbaik pasti sudah disiapkan Kotak. Akan ada banyak kejutan dari Kotak,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini