nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indahnya Kebun Angin, Lokasi Wisata Laris Manis untuk Swafoto di Jeneponto

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 16:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 14 406 2066504 indahnya-kebun-angin-lokasi-wisata-laris-manis-untuk-swafoto-di-jeneponto-l9hmsZS5NQ.jpg Wisata Kebun Angin Jeneponto (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

Keindahan wisata kebun angin raksasa Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo 1 di Kabupaten Jeneponto, memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri bagi setiap orang. Sebab banyak warga atau pengendara yang melintas, mampir ke lokasi ini untuk melakukan swafoto.

Sejak resmi beroperasi pada November 2018 lalu, kincir angin raksasa ini kerap disinggahi banyak orang. Mereka menyempatkan mampir ke sini untuk wisata bersama keluarga maupun teman-teman. PLTB Tolo I berlokasi di Kampung Lengke-lengkese, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Baling-baling raksasa PLTB Tolo 1, jika dilihat dari jauh bagaikan baling-baling pesawat terbang, memiliki keunikan tersendiri bagi yang melihatnya. Ditambah lagi lokasinya yang berada di tengah padang savana dengan latar pegunungan yang hijau.

 Kincir angin

Sehingga membuat banyak orang yang melihatnya pasti ingin berlama-lama di kebun angin raksasa ini. Tak jarang setiap pengendara motor maupun mobil yang melintasi di tempat ini, pasti ada yang mengabadikan momennya dengan berswafoto.

Security PLTB Tolo 1 Reskiawan mengatakan sejak resmi beroperasi, banyak warga yang datang ke sini. Apalagi saat menjelang sore hari.

Kata dia, banyak pengendara yang melintas di Kabupaten Jeneponto hendak ke kabupaten lain, pasti singgah ke lokasi PLTB Tolo 1. Mereka berswafoto bersama.

Bukan hanya dari Jeneponto, ada juga yang datang dari daerah-daerah lainnya seperti, Makassar, Kabupaten Gowa, Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai yang kebetulan melintas.

 Kincir angin

"Kalau sebelum hari Lebaran banyak yang datang ke sini. Apalagi setelah Lebaran lebih banyak lagi yang datang tapi biasanya sore-sore," kata Reskiawan kepada Okezone baru-baru ini.

Selain itu kata Reskiawan, lokasi di sekitar PLTB Tolo 1 menjadi lokasi yang paling disukai bagi para pemotor trail. Sebab ada jalanan yang menghubungkan ke PLTB Tolo 1 ke lokasi kincir angin ini, cocok dilalui bagi penunggang kuda besi tersebut.

"Pernah juga ada banyak motor cross singgah foto-foto bersama. Mereka lewati jalan ini," ungkap Reskiawan.

Hal serupa juga dikatakan seorang warga Nita Indah Cahyani yang melakukan wisata ke sini. Ia mengatakan paling cocok datang ke sini pada saat jelang sore hari, sebab baling-baling dari PLTB yang begitu besar dan berputar secara teratur akan terlihat indah.

Lampu-lampu yang melekat di ujung tiang dan baling-baling akan dinyalakan jelang sore hari. Sehingga menambah keindahan baling-baling jika dilihat dari jauh. Apalagi saat matahari akan tenggelam, menjadi daya tarik bagi masyarakat khususnya yang berada di Jeneponto untuk melihat secara dekat.

"Paling cocok itu kalau sore datang ke sini. Karena cantik ada lampu-lampu kelihatan menyala," tutur Nita.

Lebih lanjut Mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengatakan, banyak warga yang datang dengan keluarga mereka sehari setelah Lebaran Idul Fitri 1440 H. Begitu juga dengan para pencinta fotografi yang gemar memfoto pemandangan. Maupun para muda-mudi Jeneponto.

 Kincir angin

"Orang-orang mulai datang banyak kalau sore. Mereka datang foto-foto pemandangan baling-baling," ungkap Nita.

Meski jadi lokasi foto yang sangat menarik untuk mengambil gambar. Namun petugas keamanan tetap menghimbau kepada setiap orang untuk tidak terlalu dekat dari tiang baling-baling.

Sebelumnya, Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, pernah melakukan kunjungan untuk meninjau lokasi PLTB Tolo 1, Jumat (21/9) lalu. Kedatangannya untuk melihat progres percepatan dan perampungan pembangunan proyek PLTB Tolo 1.

PLTB Tolo 1 merupakan bagian dari Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit 35.000 MW, sekaligus bagian dari upaya Pemerintah mencapai target bauran energi nasional 23 persen dari energi baru terbarukan (EBT) pada tahun 2025.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini