nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah Terlalu Banyak, Menkes Nila Minta Menkominfo Blokir Iklan Rokok di Internet

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 12:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 14 481 2066392 sudah-terlalu-banya-menkes-nila-minta-menkominfo-blokir-iklan-rokok-di-internet-iunYpxWHsJ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

IKLAN rokok yang sudah tidak ada di televisi, kini mulai mencari tempat-tempat untuk berpromosi. Salah satu yang menjadi sasaran iklan rokok tersebut adalah situs-situs internet.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI pun meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memblokir iklan rokok di media internet. Dengan demikian, iklan rokok yang mengganggu di internet dapat mulai dikurangi.

Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek telah mengirim surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika pada 10 Juni 2019. Menurutnya, upaya pemblokiran tersebut dapat menurunkan prevalensi merokok pada masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.

Baca Juga: 5 Potret Gemas Baby Zalina Ditimang Raisa dan Hamish Daud
Kemkominfo setuju mendukung pembangunan kesehatan masyarakat, dengan mencegah kebiasaan merokok.

"Permintaan pemblokiran iklan rokok di media internet ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan dengan Kemkominfo pada bulan April lalu," ucap Menkes Nila lewat siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (14/6/2019).

Menkes Nila menambahkan, saat itu Kemkominfo menyatakan bahwa pemblokiran iklan rokok dapat dilakukan berdasarkan permintaan dari Kementerian Kesehatan. Selain itu, Kemkominfo setuju mendukung pembangunan kesehatan masyarakat, dengan mencegah kebiasaan merokok.

Terlebih saat ini, peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja sangat tinggi paparan iklan rokok di berbagai media, termasuk media internet (teknologi informasi).

"Penggunaan media internet yang demikian tinggi dalam masyarakat Indonesia, termasuk oleh anak dan remaja, telah dimanfaatkan oleh industri rokok untuk beriklan di media internet dalam tahun-tahun terakhir ini," tambah Menkes Nila.

Baca Juga: Balenciaga Jual Anting Tutup Botol Minuman Seharga Rp6,3 Juta, Netizen: Kiamat Sudah Dekat

 Kemkominfo setuju mendukung pembangunan kesehatan masyarakat, dengan mencegah kebiasaan merokok.

Riset Kesehatan Dasar 2018 menyatakan bahwa terjadi peningkatan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10-18 tahun dari 7,2% di tahun 2013 menjadi 9,1% di tahun 2018.

Juga berdasarkan studi yang dilakukan oleh Stikom LSPR (2018), sebanyak 3 dari 4 remaja mengetahui iklan rokok di media daring. Dari riset tersebut juga dinyatakan bahwa iklan rokok banyak ditemui oleh remaja, saat mereka mengakses internet, seperti melalui YouTube, berbagai situs, Instragram, dan game online.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini