nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mencari Obat Antidepresan Aman Anak, Apa Saja?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 12:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 14 481 2066399 mencari-obat-antidepresan-aman-anak-apa-saja-WLHaEexwfv.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BUKAN cuma anak-anak loh yang ternyata bisa depresi, tapi anak-anak dan remaja bisa mengalami gangguan psikologis, termasuk depresi. Tapi, apakah penggunaan obat antidepresan untuk anak memerlukan pengawasan khusus.

Mengingat adanya kemungkinan efek samping, tidak sedikit tenaga medis yang kontra terhadap pemberian obat antidepresan bagi anak-anak. Lantas, perlukah kasus gangguan psikologis pada anak ditangani dengan obat antidepresan?

Obat antidepresan bukanlah tindakan penanganan pertama terhadap gangguan psikologis. Justru, langkah awal yang perlu Anda tempuh bila anak mengalami kondisi ini adalah menggali lebih dalam faktor penyebabnya.

Baca Juga: 5 Potret Ceria Aurel dan Arsy Hermansyah saat Liburan di Kanada

Pemeriksaan ini berguna untuk memahami perilaku anak, riwayat keluarga, serta risikonya di masa depan.

Jika pemeriksaan fisik tidak menunjukkan adanya masalah, bawalah anak Anda untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan dengan psikiater atau psikolog. Pemeriksaan ini berguna untuk memahami perilaku anak, riwayat keluarga, serta risikonya di masa depan.

Begitu seluk-beluk masalah psikologis anak telah sepenuhnya dipahami, dokter baru akan menyarankan tindakan pengobatan yang diperlukan. Pilihan pengobatan untuk anak dapat berupa terapi, konsumsi antidepresan, atau keduanya.

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek obat antidepresan terhadap anak-anak. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa obat antidepresan tertentu justru dapat memicu keinginan dan perilaku bunuh diri pada beberapa anak dan remaja.

Pasalnya, obat antidepresan juga berisiko memicu kecemasan, luapan emosi, gelisah, sikap memusuhi, dan perilaku impulsif pada sebagian anak. Inilah yang dikhawatirkan akan memicu keinginan bunuh diri pada anak-anak yang mengonsumsi obat antidepresan.

Baca Juga: Liburan ke Filipina, Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara Direbus di Kuali Raksasa

semua risiko efek samping tersebut tidak serta-merta menjadikan obat antidepresan berbahaya bagi anak.

Walaupun demikian, semua risiko efek samping tersebut tidak serta-merta menjadikan obat antidepresan berbahaya bagi anak.

Manfaat yang diperoleh anak dari mengonsumsi obat antidepresan sebenarnya lebih besar dibandingkan risikonya apabila digunakan secara tepat.

Pemberian obat antidepresan adalah cara yang efektif untuk mengatasi depresi, gangguan kecemasan, maupun masalah psikologis lainnya. Anak-anak sekalipun dapat mengonsumsi obat antidepresan selama penggunaannya diawasi dengan seksama.

National Institute of Mental Health menyatakan bahwa fluoxetine adalah jenis obat antidepresan yang benar-benar aman untuk diberikan kepada anak-anak berusia 8 tahun ke atas.

Kendati demikian, badan pengawas obat dan makanan, FDA, di Amerika Serikat telah menyetujui beberapa jenis obat antidepresan lain yang aman diberikan kepada anak-anak dan remaja.

Obat-obatan tersebut di antaranya:

- Clomipramine, untuk gangguan obsesif kompulsif (OCD) pada anak berusia 10 tahun ke atas

- Fluvozamine, untuk OCD pada anak berusia 8 tahun ke atas

- Escitalopram, untuk gangguan depresi mayor pada anak berusia 12 tahun ke atas

- Duloxetine, untuk gangguan kecemasan umum pada anak berusia 7 tahun ke atas

- Kombinasi olanzapine dan fluoxetine, untuk gangguan bipolar pada anak berusia 10 tahun ke atas

Beberapa jenis obat antidepresan pada dasarnya aman untuk anak selama dikonsumsi dengan tepat.

Semua jenis obat tersebut hanya boleh dikonsumsi sesuai anjuran tenaga medis profesional. Dosis anjuran dan dosis maksimum akan disesuaikan berdasarkan usia anak. Beberapa jenis obat antidepresan pada dasarnya aman untuk anak selama dikonsumsi dengan tepat.

Orangtua pun harus turut mengawasi penggunaan obat, terutama beberapa bulan pertama saat perubahan perilaku sedang berada dalam puncaknya.

Jangan lupa untuk memeriksakan kondisi anak Anda secara rutin selama mengonsumsi obat antidepresan. Sampaikan semua hal mengenai perkembangan kondisi anak untuk memahami apakah pengobatan dapat dikatakan berhasil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini