Hari Donor Darah Sedunia : Mitos dan Kesalahpahaman Soal Donor Darah

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 14 481 2066480 hari-donor-darah-sedunia-mitos-dan-kesalahpahaman-soal-donor-darah-23o2Q7jDXp.jpg Mitos dan kesalahapahaman soal donor darah (Foto : Starmedica)

Kegiatan "berisiko"

Hidup sesungguhnya adalah rangkaian risiko. Beberapa di antaranya bisa menghentikan Anda dari menyumbang darah.

WHO mengatakan "perilku seksual berisiko tinggi" seperti misalnya memiliki banyak pasangan seks, atau mendapat bayaran untuk seks, atau hubungan sesama jenis untuk laki-laki, bisa membuat Anda berada dalam daftar tunggu sebelum bisa menyumbang darah.

Penggunaan obat-obatan untuk keperluan rekreasional melalui suntikan juga akan membuat Anda sulit menyumbang darah. Ini juga bisa terjadi jika Anda baru-baru saja bepergian ke daerah yang terjangkit endemi penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk seperti malaria, demam berdarah dan Zika.

Beberapa negara langsung melarang orang-orang yang terlibat pada kegiatan 'berisiko', tetapi aturan menyeluruh semacam itu kerap dianggap diskriminatif, sekalipun mungkin terjadi.

Anda tidak akan kehabisan darah

Orang dewasa rata-rata memiliki lima liter darah dalam tubuh, tergantung pada berat badan. Donor darah rata-rata mengambil sekitar 500ml cairan merah berharga itu dari tubuh Anda.

Orang dewasa sehat akan menggantikan cairan yang hilang tersebut dan sel-selnya dalam waktu 24-48 jam sesudah donasi.

perempuan nyengir

Ringkasnya, jika Anda…

- Segar dan sehat

- Memiliki berat badan antara 50kg hingga 160kg

- Berusia antara 18 dan 66 (berlaku variasi berbeda antar negara)

- Tidak hamil atau menyusui

- Tidak punya sejarah infeksi HIV

- Tidak terlibat dalam kegiatan 'berisiko' dalam 12 bulan terakhir

...maka Anda diperbolehkan menyumbangkan darah Anda.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini