nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianggap Tak Formal, Font di Microsoft Word Ini Jadi Sasaran Ujaran Kebencian

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 16 196 2066948 dianggap-tak-formal-font-di-microsoft-word-ini-jadi-sasaran-ujaran-kebencian-cRmVUCbjev.jpg Ujaran kebencian kepada Comic Sans (Foto : @dkvdaily/Instagram)

Kasus ujaran kebencian memang sedang ramai diperbincangkan di Indonesia sejak beberapa waktu lalu. Banyak oknum yang tidak senang dengan era pemerintahan saat ini dan saling menjatuhkan melalui ujaran kebencian.

Namun, perlu Anda ketahui. Kasus ujaran kebencian tidak hanya ada dalam politik lho. Hal lain yang tak terbayangkan sebelumnya bisa menjadi sasaran ujaran kebencian oleh para oknum.

Jika kalian bekerja dan menggunakan Microsoft Office khususnya Word, pasti terdapat banyak jenis font yang bisa di pilih. Salah satunya adalah font dengan tipe Comics Sans.

Sebagaimana diketahui, para generasi muda paling suka menggunakan font bertipe ini dalam tugasnya. Namun, tahukah Anda apabila font ini telah menjadi bahan ujaran kebencian?

ujaran kebencian

Sebagaimana diketahui Comics Sans merupakan font yang paling sering digunakan di Vatikan. Bahkan dalam pembuatan dokumen menggunakan font ini untuk menghormati Paus terakhir. Font ini lahir pertama kali pada 1995 dan diciptakan oleh Vincent Cannare.

Pada sebuah rapat Microsoft, Cannare menganggap bahwa tulisan Times New Roman kurang tepat untuk dijadikan sebuah font yang terlihat resmi dan formal. Cannare akhirnya mencari referensi huruf pada komik dan menunjukkan pada tim Microsoft Bob.

Dari hasil penelitiannya, Cannare melihat bahwa typeface tulisan tangan lebih baik dibandingkan dengan TNR. Sejak saat itu font Comics Sans sering digunakan hingga dimasukkan ke movie maker dan dapat digunakan siapapun termasuk pada browser.

Namun tidak semua orang berpendapat sama dengan Cannare. Comics Sans dianggap santai, dingin dan dianggap tidak formal. Bahkan ketika font ini digunakan dalam presentasi maupun dokumen-dokumen penting. Tentunya hal ini akan sangat memperihatinkan.

Alhasil banyak orang yang mengkritik font Comics Sans yang menilai mereka tidak ramah digunakan dalam ranah editorial. Banyaknya orang yang membenci dan menentang font ini hingga muncul gerakan separatis untuk melengserkan font Comics Sans melalui http://www.comicsanscriminal.com/. Bagaimana menurut kamu tentang kasus ujaran kebencian ini?

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini