nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Dia Deretan Jawara-Jawara Betawi Tempo Dulu

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 20:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 16 196 2067061 ini-dia-deretan-jawara-jawara-betawi-tempo-dulu-8XAGS31Dme.jpg Ilustrasi Jawara (Foto: Pixabay)

SEBAGAI Ibu Kota Indonesia, Jakarta memiliki banyak kisah dan perjuangan di dalamnya. Apalagi jika melihat masa lalu Indonesia yang sempat mengalami penjajahan pada zaman Jepang dan Belanda. Tentunya banyak jawara yang lahir demi melawan kekejaman penjajah.

Salah satu jawaran yang paling terkenal di Jakarta adalah si pitung. Ya jawara yang berasal dari Rawa Belong ini terkenal akan kehebatannya yang tak gentar saat menghadapi penjajah. Namun, sebenarnya Jakarta tidak hanya memiliki si Pitung sebagai jawaranya melainkan, ada beberapa jawara di masanya yang memiliki andil dalam mengusir penjajah.

Merangkum dari berbagai sumber, Okezone akan membahas mengenai empat jawara Betawi yang berjuang melawan penjajah pada zaman Belanda. Berikut ulasannya.

Lokasi Ikonik Jakarta

1.Sabeni

Jawara Betawi yang cukup terkenal adalah Sabeni. Pria kelahiran 1860 ini dibesarkan di Kebon Pala, Tanah Abang. Namanya melejit ketika ia berhasil mengalahkan salah satu jagoan dari Kemayoran. Ia juga pernah mengalahkan Jago Kuntau dari China yang didatangkan oleh pejabat Belanda bernama Tuan Danu.

Hingga usia 83 tahun Sabeni masih tetap lincah dan menguasi seni bela dirinya dengan baik. Bahkan ketika usianya sudah tua ia masih mampu mengalahkan jago-jago beladiri Yudo dan Karate dari Jepang dan membuat kelimpungan pemerintah colonial Belanda. Sabeni meninggal dunia pada usia 85 tahun, dua hari sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia yakni pada 15 Agustus 1945.

2.Haji Darip

Haji Darip merupakan jawara Betawi asal Klender, anak dari Haji Kurdin dan Haji Nyai. Menurut legenda yang berkembang di masyarakat, Haji Darip memiliki jimat yang membuatnya kebal peluru dan kebal bacok. Selain itu ia juga memiliki sebuah ajian yang bisa menaklukkan penjahat untuk dijadikan anak buah.

Haji Darip sendiri dianggap sebagai penjahat bagi kaum penjajah. Karena ia dan gerombolannya kerap mencuri harta penjajah dan membagikannya kepada warga sekitarnya. Haji Darip tutup usia pada 13 Juni 1981 dan namanya digunakan sebagai nama jalan dari Klender menuju Bekasi.

3.Entong Gendut

Berbeda dengan Haji Darip dan Sabeni, Entong Gendut merupakan jawara asal Condet. Menurut kepercayaan masyarakat Condet, Entong Gendut lahir karena kekesalannya terhadap penjajah Belanda yang berlaku semena-mena.

Berbeda dengan dua jawara sebelumnya, Entong Gendut wafat setelah tertembus peluru kompeni dalam perang Landhuis pada 5 April 1916 bersama sekira 30 pemuda Condet yang menyerbu.

4.Murtado

Jawara Kemayoran ini memiliki andil yang besar terhadap masyarakat pribumi yang ada di sekitaran tempat tersebut. Murtado yang pandai silat membantu para pribumi melawan para preman yang diutus oleh penjajah untuk penarikan pajak.

Dalam aksinya ia berhasil mengalahkan preman sakti suruhan penjajah bernama Bek Lihun. Kehebatannya tersebut membuat dirinya mendapat julukan sebagai Macan Kemayoran. Ia meninggal pada saat kemerdekaan Indonesia yang ke-14 di Kebon Sirih, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini