nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Arsitek Muda Pencinta Soto di Balik Akun Instagram 365harinyoto

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 16:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 17 298 2067430 kisah-arsitek-muda-pencinta-soto-di-balik-akun-instagram-365harinyoto-I7tuMzrkyg.jpg Soto ayam (Foto: 365harinyoto/Instagram)

Tren kuliner di Indonesia tengah mengalami pergeseran. Bila beberapa waktu lalu para pencinta kuliner kepincut olahan kuliner khas western atau Japanese food, tren tersebut rupanya sudah mulai ditinggalkan. Kini banyak orang kembali memburu olahan kuliner Nusantara karena rasanya yang otentik, termasuk soto.

Seperti yang dilakukan oleh seorang arsitektur muda bernama Denfarino Endo Tersiano. Pria asal Yogyakarta pencinta soto itu berinisiatif membuat akun Instagram bertajuk '@365harinyoto'.

Awal mula akun '365harinyoto'

Kepada Okezone, Endo menuturkan bahwa ide awal membuat akun kuliner ini tidak terlepas dari kegemarannya menyantap soto.

"Sebetulnya sih iseng. Jadi waktu itu saya lagi ngobrol sama temen. Terus saya nanya, kira-kira aktivitas apalagi yang bisa saya jajal untuk mengisi waktu senggang. Kebetulan, saya di Jakarta kan punya kantor sendiri," terang Endo saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (17/6/2019).

 Soto

(Foto: Dok. Endo Tersiano)

Lebih lanjut, Endo menjelaskan, pada saat itu salah satu temannya menyarankan untuk mengulas kedai soto. Makanan ini dipilih karena dirinya memang sangat menyukai hidangan berkuah tersebut. Ia bahkan bisa menyantap soto sampai 4 kali dalam seminggu.

Beruntung bagi Endo, selain hobi makan ia juga gemar bersepeda. Dengan kata lain, hobi olahraga ini bisa menyeimbangi hobi makan sotonya.

"Jujur, enggak ada tujuan apa-apa, mungkin karena overkreatif. Kebetulan saya suka sepedaan, detoks, dan rutin mengonsumsi vitamin. Jadi enggak begitu takut kalau harus mengonsumsi daging secara rutin dan berporsi besar," jelas Endo.

"Selain itu, akun ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk konsisten menyantap soto setiap hari selama satu tahun," timpalnya.

Rekomendasi kedai soto

Berdasarkan hasil pantauan Okezone, akun @365harinyoto pertama kali diaktifkan pada 1 Maret 2019. Kota pertama yang ia jelajahi adalah Jakarta.

"Saya ingat sekali, kedai soto pertama yang saya datangi itu di daerah SCBD. Kemudian berlanjut saat mudik ke Yogyakarta. Kemarin kan libur 2 minggu. Minggu pertama saya kumpul dengan keluarga besar, kemudian iseng main ke Solo, Surabaya, dan Semarang, sekalian nyobain tol baru," papar Endo.

 Soto

Pada momen mudik lebaran inilah, rekomendasi kedai soto Endo semakin beragam. Apalagi setelah akun @365harinyoto viral di media sosial. Banyak netizen yang tergerak untuk memberikan rekomendasi-rekomendasi favorit mereka. Sebagai tambahan referensi, Endo mencari informasi di internet atau sekadar berbincang dengan penduduk lokal.

Meski bukan pakar kuliner, Endo ternyata memiliki trik khusus saat hendak menyantap soto. Ia tidak pernah mencampurkan kuah soto dengan kecap atau sambal.

"Makan apa pun enggak suka pakai apa-apa. Maksudnya jarang nambahin kecap atau sambal karena orisinalitas rasanya bisa hilang. Paling banter nambahin jeruk nipis atau sambal sedikit, karena bisa bikin kuah soto jadi lebih enak dan meningkatkan nafsu makan. Kalau kurang asin ya tinggal tambah garam atau merica," tegasnya.

Dalam setiap unggahan, Endo menjelaskan secara singkat cita rasa dan lokasi soto yang baru ia cicipi. Bila olahan soto benar-benar terasa lezat, ia akan menyisipkan emotikon bintang pada keterangannya. Semakin banyak bintangnya semakin lezat rasa sotonya.

Butuh modal yang besar

Sampai pada hari ini, unggahan soto di akun Instagram @365harinyoto sudah memasuki hari ke 109. Perjuangan Endo dalam menaklukkan tantangan nyoto selama satu tahun penuh pun masih sangat panjang.

Kendati demikian, ia berusaha konsisten dalam mempromosikan kuliner tradisional khas Indonesia tersebut. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa biaya yang harus dikeluarkan terbilang fantastis.

 Pria dan sepeda

"Waktu memutuskan bikin akun ini, enggak kepikiran bakalan menghabiskan uang berapa. Karena ya ngalir aja karena toh setiap hari saya harus mengeluarkan biaya makan. Tapi setelah dihitung-hitung bisa sampai 10-15 juta selama satu tahun. Harga sotonya memang bervariasi mulai Rp6 ribu - Rp85 ribu," ungkap Endo.

Oleh karena itu, Endo berharap agar usahanya dalam mempromosikan kuliner asli Indonesia ini mendapat apresiasi dari masyarakat maupun institusi tertentu. Apalagi soto menjadi 1 dari 5 kuliner nasional yang tengah gencar dipromosikan oleh pemerintah.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), memang tengah gencar-gencarnya mempromosikan kuliner dalam negeri di kancah internasional. Alhasil, geliat kuliner Nusantara dalam beberapa tahun terakhir pun semakin pesat.

"Kebetulan ada teman yang kerja di Bekraf, dia sempat kaget pas tahu saya yang mengelola akun 365harinyoto. Saya sih tidak muluk-muluk, awalnya juga karena iseng. Tapi mudah-mudahan akun ini bisa berkontribusi memajukan kuliner Indonesia. Syukur-syukur kalau ada yang mau mengajak kerjasama," tutup Endo sembari tertawa.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini